PERSPEKTIF & SISI GELAP DEMOKRASI

Oleh : Hengki Syahyunan Hasibuan

 

Demokrasi berasal dari bahasa yunani yaitu Demos dan Cratos yang artinya demos adalah Rakyat dan Kratos adalah Pemerintah atau kekuasaan. Demokrasi merupakan Suatu sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

Demokrasi memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk menunjuk perwakilannya di pemerintahan, mulai dari Legislatif hingga Eksekutif. Kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan setiap kebijakan legislatif dan eksekutif berorientasi pada kesejahteraan serta kemakmuran rakyat.

Rakyat diberikan kebebasan untuk menyampaikan keluhan serta keinginannya, baik secara langsung maupun melalui perwakilan. Kemasan konsep demokrasi saat ini dapat terihat dari proses penyelenggaraan pemilihan umum, siapapun diberikan keluasan untuk memilih dan dipilih dalam pemilu sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

Demokrasi sejatinya sangat baik dan bijaksana diterapkan di Indonesia, namun perspektif lain membuktikan bahwa implementasi Konsep demokrasi tidak sesuai dengan semestinya. Dimulai dari luasnya kewenangan partai politik untuk mengatur calon-calon anggota legislatif dan eksekutif, sehingga masyarakat yang tidak punya kekuatan secara emosional dengan pengurus partai dan/atau kekuatan finansial tidak mendapat kesempatan yang luas untuk memperjuangkan rakyat.

Selanjutnya tujuan daripada demokrasi yaitu untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat hanya mengarah kepada kelompok elit pengusa dan Kelompok kapitalis Indonesia. Kemudian saat ini Kekuasaan diktator sudah sangat nyata terlihat dan dirasakan rakyat kecil dan menengah, kehidupan seolah-olah penjara bagi mereka yang ingin memperbaiki Negara dan seperti Neraka bagi rakyat yang sudah kehilangan harapan yang disebabkan kebutuhan hidup pribadi dan keluarga yang sulit untuk terpenuhi.

Penguasa saat ini cenderung hanya mementingkan bagaimana dia bisa mempertahankan kekuasaannya dan menduduki kembali jabatan yang hampir berakhir. Sehingga akan berbuat segala hal tanpa mempertimbangkan Moralitas demi tercapainya tujuan itu dan karena itu politik saat ini cenderung sekuler.

Beberapa peristiwa seperti halnya di Kabupaten Labuhanbatu Utara telah membuat hati dan harapan masyarakat tergores luka yang mendalam, pasalnya ada beberapa oknum Kepala desa dan ASN patut diduga melakukan perbuatan yang menguntungkan peserta Pemilu. Tentu hal ini dilarang dan telah diatur didalam UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum sebagaimana tertuang dalam pasal 490 yang berbunyi :

” Setiap kepala desa atau sebutan lain yang dengan sengaja membuat keputusan dan/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa Kampanye, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (sam) tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) ”

Dan juga pasal 494 yang berbunyi :

” Setiap aparatur sipil negara, anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, kepala desa, perangkat desa, dan/atau anggota badan permusyawaratan desa yang melanggar larangan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan
denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) ”

Tulisan ini tidak mempersoalkan bahwa oknum tersebut harus dihukum, namun menyesalkan mengapa mereka melakukan itu? Dan Mengapa mereka sanggup menghianati kepercayaan rakyat?.

Oleh karena itu penulis menarik kesimpulan bahwa pemahaman tentang Konsep Demokrasi saat ini telah berubah arti. Demokrasi yang berasal dari kata Demos yg artinya Rakyat dan juga kratos yang artinya Pemerintah / kekuasaan telah mengalami perpecahan. Wacana perpecahan tersebut dituangkan dalam wacana “Demos VS Kratos” atau dengan kata lain Rakyat saat ini sedang Bertarung Melawan Pemerintah/ Penguasa. Pemerintah dalam hal ini tidak berorientasi kepada kesejahteraan rakyat sehingga perlawanan rakyat terhadap pemerintah pun terjadi.

Author: admin

Media Jaringan Aktivis dan Antar Kampus di Labuhanbatu. Menyuguhkan berita, pemikiran dan peristiwa yang terjadidi kabupaten Labuhanbatu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *