“PROBLEMATIKA DAN SOLUSI PENDIDIKAN MENUJU LABUHANBATU BERKEMAJUAN”

Maju dan berkembangnya suatu daerah bukan ditentukan oleh kesuburan atau luasnya suatu daerah tersebut. Namun yang menjadi faktor penentu majunya suatu daerah adalah seberapa banyak masyarakatnya yang terdidik. Jepang maju bukan karena subur atau luas daerahnya, namun yang membuat Jepang maju adalah pendidikan dan masyarakatnya yang terdidik.

Singapura berpenduduk sedikit, sumber daya alamnya (SDA) juga sangat terbatas. Bahkan untuk memperluas daratannya, singapura harus mengeruk pasir dari riau, Meski SDA singapura terbatas. Karena itu sudah dapat dipastikan permasalahan di Labuhanbatu bukan karena tidak suburnya atau luasnya daerah, tapi permasalahnnya adalah ada didunia pendidikan. Ada apa dengan dunia pendidikan di Labuhanbatu ? Masalah apa yang sedang dialaminya ? Dan bagaimana kondisinya saat sekarang ini ? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang harus dicermati, diobservasi, kalau perlu membuat penelitan khusus kemudian setelah menemukan akar permasalahannya, barulah diupayakan solusi dari permasalahan tersebut. Tutur Nasky Putra Tandjung.

Pendidikan adalah sebuah lembaga pembentuk Sumber Daya Manusia (SDM), sesungguhnya kualitas SDM dapat dibentuk melalui dunia pendidikan. Kualitas SDM itu sangat berkaitan erat dengan kualitas pendidikannya. Makanya kalau pendidikannya tidak berkualitas sudah jelas tentu SDM nya juga tidak berkualitas.yang mana tercantum dalam Visi dan Misi Kepada Daerah Labuhanbatu dibilang pendidikan “Menciptakan SDM berkualitas yang mampu menguasai dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi/IPTEK yang mempunyai integritas, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan dilandasi akhlak mulia sebagai kunci untuk keberhasilan pelaksanaan rogram yang mandiri guna membentuk karakter masyarakat Labuhanbatu yang mempunyai ciri khas berbudaya Labuhanbatu, ramah, santun dan beretika” dengan jargonnya “SATU TEKAD BERSAMA RAKYAT MENUJU SEJAHTERA 2021, LABUHANBATU SEMAKIN HEBAT LEBIH BERDAYA”.

adalah menjadi bagian sangat penting dan menarik untuk dikupas dan dibahas. Apa lagi kalau dikaitkan dengan target 2021 Labuhanbatu yang semakin hebat dan berdaya. mempersiapkan SDM untuk mengelola kekayaan SDA sehingga kondisi daerah Labuhanbatu sesuai dengan prediksi di atas, salah satunya adalah melalui pendidikan.

Salah satu problem yang selalu diperbincangkan dikalangan masyarakat, mahasiswa dan pelajar adalah masalah pendidikan. Karena pendidikan adalah proses yang sangat penting dalam kehidupan manusia, melalui pendidikan setiap manusia dikehendaki untuk belajar suatu hal yang belum diketahui. Bahkan dengan pendidikan seorang dapat memecahkan masalah kemanusiaan dan menguasai dunia. Oleh karena itu, dengan pendidikan kita bisa menjawab setiap masalah yang ada di mulai dari: Terorisme, Intoleransi, Korupsi, Penyebaran Hoax, ketimpangan ekonomi, ketidak adilan, penebangan pohom ilegal, pengedaran narkoba dll. Masalah ini bukan hanya terdapat di di daerah Labuhanbatu saja tetapi di indonsesia juga.

Bagi penulis masalah diatas bertumpu pada pendidikan. Tapi pemahaman siswa/mahasiswa, Guru/Dosen bahkan Masyarakat sekalipun percaya bahwa cita-cita pendidikan adalah mendapatkan GELAR. bagi penulis pemahaman mereka tidak relevan berdasarkan cita-cita pendidikan yang termuat dalam mukadimah UUD 1945: ”Mencerdaskan kehidupan bangsa” Dan dalam pandangan penulis cita-cita pendidikan adalah Literasi.

Literasi merupakan keadaan mengetahui dan memahami fenomena yang ada. pendidikan kurang literasi adalah pendidikan yang tidak menambahkan pengetahuan ( knowledge ) dan pemahaman ( understanding ) bahkan hanya untuk menambakan GELAR saja. Pengetahuan dan pemahaman yang pantas disebut Literasi adalah yang mengandung kemampuan untuk menambahkan pontensi, untuk berfikir kritis dan progresif dalam alasan (reasoning) atasnya.

Bukan hanya menerima doktrin salah/benar semata-mata tanpa memahami dasarnya kenapa ini benar ? kenapa itu salah ? Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa pendidikan telah ada disepanjang peradaban manusia, dalam rangka melestarikan hidup, kerna sederhananya peradaban suatu masyarakat didalamnya pasti terjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan.

Maka disamping itu peran keluarga, Guru, Pemerintah daerah bahkan Negara juga bertanggung jawab mendidik warganya dan pendidikan bukan berarti ingin mendapatkan Gelar, tapi bagaimana kita bisa merekontruksikan paradigma berfikir yang statis menjadi rasionalistis dinamis dalam memahahami sesuatu. Karena pendidikan merupakan senjata yang dapat mengubah dunia. Tutur Nasky Putra Tandjung.

Latar Belakang Masalah
Salah satu cermin dunia pendidikan itu adalah kondisi lingkungan dan masyarakatnya, jadi kalau mau lihat pendidikannya lihatlah gambaran masyarakatnya, secara kasat mata dengan penglihatan orang awam yang terjadi diLabuhanbatu saat sekarang ini adalah jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat, pertumbuhan super market yang menjamur, menjamurnya pusat kuliner, pembangunan ruko yang pesat. Ini semua menunjukkan geliat pertumbuhan ekomomi yang baik ditengah-tengah melesunya harga sawit dan karet. apakah hal ini ada kaitannya dengan lesunya dunia pendidikan diLabuhanbatu, atau karena hanya sekedar faktor bisnis saja.

Hematnya dan seharusnya hal itu pasti ada hubungannya dengan dunia pendidikan diLabuhanbatu ini menjadi permasalahan pertama.

Permasalahan selanjutnya kurangnya minat membaca. Wajar saja kalau perpustakaan kampus-kampus, toko-toko buku diLabuhanbatu ini selalu sunyi peminat pembaca dan sipembeli. Bagaimana tidak sunyi pengunjung dan tidak ada pembeli. Ini semua menunjukkan karena minat membaca dan belajar di Labuhanbatu sangat rendah. Kalangan pelajar sangat suka nongkrong di cafe-cafe, main games, media sosial, balap liar, itu semua menjadi hobi populer. Sangat jarang mahasiswa dan pelajar hobinya membaca buku atau belajar. Ada yang pergi ke sekolah dan kekampus tidak membawa buku dan alat tulis, yang dibawa adalah tas sandang kosong tanpa isi, kalau ada isinya hanya buku tulis satu buah untuk semua pelajaran, ini terjadi di Labuhanbatu. Jadi budaya sekolah sudah baik namun budaya belajar dan membaca masih sangat memprihatinkan.

Permasalah seterusnya yang masih terjadi di dunia pendidikan Labuhanbatu adalah stagnasi kreativitas di dunia kampus serta di sekolahan. Mahasiswa serta para pelajar lebih menjadi seperti robot-robot yang minim kecerdasan emosi dan minim kreativitas. Mahasiswa serta para pelajar, stagnasi kreativitas ini sangat berbahaya, ini akan menyebabkan mahasiswa serta para pelajar tidak dapat menyalurkan energi dengan positif dan akhirnya disalurkan kepada hobi populer yang negatif.

Permasalahan seterusnya adanya hobi populer negatif seperti, pergaulan bebas, pornografi dan pornoaksi, narkoba, geng dan kelompok teman sebaya, serta Kafe-kafe menyewakan bilik dan gubuk mesum bebas untuk kalangan mahasiswa serta pelajar, kemudian menjamurlah praktek prostitusi atas nama cinta dan sukarela. Narkoba menjadi barang yang tak asing ditengah mahasiswa serta para pelajar, berawal dari merokok, kemudian mencoba mengkonsumsi narkoba dan akhirnya ketergantungan. Karena keterbatasan ekonomi akhirnya jadi pengedar, tentu yang menjadi target dan marketnya adalah teman-temannya di kampus serta disekolah, sehingga barang haram ini sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa dan para pelajar Labuhanbatu.

Permasalahan terakhir yaitu Terkikisnya budaya kearifan lokal, mahasiswa dan para pelajar gayanya sudah seperti artis dan model. Tampak sangat modis dan gaul, tampak wah dan megah, tapi sangat rapuh dan kering ruhiyah dan budaya kearifan lokal. Di Labuhanbatu ada pembunuhan karena motif asmara, ada kasus bunuh diri pelajar karena asmara, minim budaya dan kreasi lokal. Karena minimnya budaya kearifan lokal sehingga Labuhanbatu menjadi incaran kapitalis untuk memasarkan produknya, termasuk fashion, musik, narkoba, life style dan yang lainnya. Ungkap Nasky.

Permasalahan-permasalahan yang sudah dituangkan di atas hanyalah sebagian saja dari permasalahan dunia pendidikan di Labuhanbatu. Masih banyak masalah lain yang tidak sempat dibahas dalam tulisan ini, tapi paling tidak yang di atas sudah mewakili dari problematika yang terjadi di dunia pendidikan sekarang ini yang kalau kita kategorikan menjadi dua permasalahan saja yang pertama adalah masalah di Sumber Daya nya baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam nya dan yang kedua adalah masalah sistemnya.

Namun Penulis fokus bukan pada masalahnya tetapi lebih mengedepankan kepada solusi penyelesaian yang diharapkan menjadi dasar pemikiran, menjadi referensi buat lembaga pendidikan baik pemerintah maupun non pemerintah. Masalah di dunia pendidikan itu sudah seperti benang yang kusut yang sudah sangat sulit untuk diuraikan kembali. Namun demikian bukan tidak mungkin dengan upaya dan penanganan yang tepat, cepat, dan cermat akan membuahkan hasil yang optimal.

Kalau coba menyelesaikan permasalahannya satu persatu sesuai dengan permasalahan yang ada itu sudah tentu akan menghabiskan waktu dan materi yang banyak, belum lagi masalah efisiensi dan ketepatan penanganannya yang sering sekali menjadi jauh api dari pada panggang. Maka dari itu perlu penanganan berdasarkan analisa akar masalah yang dapat menjadi domino efek bagi permasalahan-permasalahan yang lainnya. Untuk itu perlu penelitian yang lebih mendalam yang melibatkan berbagai unsur dan elemen masyarakat.

Kalau diamati saat sekarang ini justru penanaman nilai generasi muda itu banyak berasal dari luar kampus dan sekolah, dari televisi, media sosial, musik, masyarakat dan yang lainnya. Kenapa nilai-nilai dari luar kampus dan sekolah itu lebih mudah diterima oleh para mahasiswa dan para pelajar.

Karena itu lebih menyenangkan dan mereka menyukainya sehingga tanpa mereka sadari nilai-nilai itu tertanam dalam diri mereka. Padahal nilai-nilai itu lebih banyak negatifnya ketimbang positifnya, lebih banyak buruknya ketimbang baiknya. Untuk itu pendidikan alternatif mencoba mengarahkan nilai-nilai negatif dan menggantinya dengan nilai-nilai yang positif. Pendidikan alternatif mempunyai pengertian yang beragam yang itu juga meliputi pendidikan formal dan non formal.

Bakat itu sama saja dengan emas yang ada dalam batu gunung. Emas dalam batu gunung yang tidak bernilai, apabila digali dan dipisahkan dari batu gunung, emas menjadi sangat bernilai, apalagi kalau sudah jadi perhiasan yang menghiasi jari manis pada saat hari momentum spesial seperti hari pernikahan maka nilainya menjadi sangat spesial dan tidak ternilai dari segi materinya.

Begitu juga dengan bakat yang merupakan potensi terpendam dalam diri seseorang, kalau bakat terus digali dan dilatih maka akan banyak bermunculan orang- orang seperti Bung Karno, Bung Hatta, B.J Habibi, Akbar Tandjung, Buya Hamka, Jusuf Kalla, Mahfud MD serta masih banyak lagi tokoh yang lain nya.

Karya Penulis: Nasky Putra Tanjung

Author: admin

Media Jaringan Aktivis dan Antar Kampus di Labuhanbatu. Menyuguhkan berita, pemikiran dan peristiwa yang terjadidi kabupaten Labuhanbatu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *