Agama Sebagai Benteng Untuk Anak Bangsa Dari Sifat Zhalim (Bullying) Terhadap Sesama Anak Bangsa

OPINI| Bullying ini bukan lagi hal sepele. Sebuah penelitian di Inggris mendapati bahwa lebih dari 40 persen remaja bunuh diri yang dilaporkan di media nasional berkaitan dengan bullying sebagai salah satu penyebabnya.

Bullying merupakan suatu bentuk perilaku agresif yang diwujudkan dengan perlakuan secara tidak sopan dan penggunaan kekerasan atau paksaan untuk mempengaruhi orang lain, yang dilakukan secara berulang atau berpotensi untuk terulang, dan melibatkan ketidakseimbangan kekuatan dan/atau kekuasaan. Perilaku ini dapat mencakup pelecehan verbal, kekerasan fisik atau pemaksaan, dan dapat diarahkan berulangkali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan.

Bullying terjadi bukan karena kemarahan, atau karena adanya konflik yang harus diselesaikan. Bullying lebih pada perasaan superior, sehingga seseorang merasa memiliki hak untuk menyakiti, menghina, atau mengendalikan orang lain yang dianggap lemah, rendah, tidak berharga, dan tidak layak untuk mendapatkan rasa hormat. Bullying merupakan perilaku intoleransi terhadap perbedaan dan kebebasan.

Dalam Islam sangat melarang keras dan sangat tidak menganjurkan prilaku merendahkan orang lain. Hal ini sebagai mana penjelasan dalam sebuah firman Allah swt dalam surat Al-Hujurat ayat 11 :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
(Q.S. Al-Hujurat: 11)

Peristiwa Bullying di Indonesia sering terjadi dikalangan Pelajar yang saat ini banyak ditemui kejadian-kejadian tersebut. Bullying ini dapat memberikan dampak yang sangat tidak baik bagi si korban seperti : tidak percaya diri hingga sampai nekat mengakhiri hidup sendiri karena tak mampu menahan serangan Bullying.

Terjadinya ini karena kurangnya didikan agama yang didapatkan oleh si pelaku hingga nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang menjadi identitas manusia sebagai mahluk yang Hanif (cenderung pada kebenaran) tidak tertanam dalam diri si pelaku, maka itu perlu seharusnya Pemerintah saat ini lebih mengedepankan pengajaran agama guna membentuk Ahlak dan Moral anak bangsa sebagai generasi selanjutnya bukan malah ingin menghilangkan Mata Pembelajaran Agama dengan alasan yang irasional demi kemajuan bangsa.

Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk muslim kurang lebih dari 70-80% dari jumlah seluruh penduduknya, seharusnya dapat belajar dari sejarah hancurnya kejayaan Kerajaan Ottoman yang pada saat itu Mustafa Kemal Attaturk menerapkan sekularisasi di Turkey.

 

Penulis: Septian Hadi (Ketua Umum (HIMALABUSEL-Riau)

Author: admin

Media Jaringan Aktivis dan Antar Kampus di Labuhanbatu. Menyuguhkan berita, pemikiran dan peristiwa yang terjadidi kabupaten Labuhanbatu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *