DIALOG INTERAKTIF “KOHATI DALAM 72 TAHUN KIPRAH HMI”

Dialog interaktif yang diselenggarakan korps HMI _wati cabang labuhanbatu raya, pada tanggal 23 Februari 2019, tepatnya pada hari sabtu, di aula seminar kampus Y-ULB , yang langsung dibuka oleh ketua umum KOHATI Badko Sumatra utara periode 2018-2020 Ayunda Romaito Hasibuan dengan narasumber ayunda EVA FITRIA seorang HmI-wati dari cabang malang, yang juga merupakan dosen di kampus Y-ULB serta abanganda ADE PARLAUNGAN NASUTION selaku rektor y-ULB yang selalu mendukung kegiatan serta gerakan keperempuanan,

“Kohati itu berdiri dengat tujuan mulia, demi terbentuknya muslimah berkualitas insan cita, yang mana hmi dan kohati tak bisa terpisahkan,dimana kohati itu dituntut untuk menjadi sosok perempuan kuat yang mendukung setiap gerakan keummatan dan kebangsaan yg dilakukan HmI itu sendiri, dan HmI-wan tak bisa tanpa kohati sebagai sosok penguat dan penyemangat dalam gerakan, dan begitu juga dengan kohati yang membutuhkan lindungan hmi-wan, yang dimana kohati adalah lembaga di bawah naungan hmi setingkatnya, dan kohati adalah rahim peradaban dunia yang akan melahirkan generasi penerus, maka dengan tugas berat ini, kohati dituntut tak hanya kuat fisik dan hati, tapi juga intelektual yang baik untuk mendidik generasi penerus bangsa ini”sedikit penyampaian ayunda Eva Fitria

Menurut Ketua Umum KOHATI Cab. Labuhanbatu Raya Nur Malasari Situmorang, Dalam dialog ini tak hanya membahas tentang peran dan fungsi kohati itu saja, namun juga bagaimana peranan perempuan dalam ranah domestik hingga politik, karna dialog ini dihadiri oleh hmi-wati sekawasan cabang labuhanbatu raya dan juga turut hadir hmi-wan bahkan pengurus cabang labuhanbatu raya, seperti yg di sampaikan kakanda ade parlaungan nasution dimana “perempuan masa kini masih saja di diskriminasi dengan posisi dan kedudukan mereka di semua bidang baik pemerintahan dan legislatif, bahkan dalam kepemilikan aset perempuan hanya memiliki 1% saja,
kembali disinggung kenapa pemerintah mengeluarkan undang undang bahwa minimal perempuan mengisi 30% dibidang legislatif” namun itupun tak terpenuhi,

” Kenapa…? Ini menjadi pertanyaan besar, yang pada dasarnya perempuan memiliki populasi yg lebih banyak dari pada laki laki dengan perbandingan 1:4,
Lalu kenapa semua bidang masih saja laki laki yang memenuhinya, apa memang budaya patriarki yang masih menjulang tinggi dengan tajamnya di negara kita ini, atau memang perempuan itu sendiri yang tak mau atau bahkan tak mampu, ini lah yang akan menjadi bahan evaluasi kita kedepannya” timpal ketua kohati badko sumut
Dan dengan dialog ini semoga membuat perempuan perempuan hebat indonesia menunjukkan potensinya terutama hmi-wati itu sendiri,

Author: admin

Media Jaringan Aktivis dan Antar Kampus di Labuhanbatu. Menyuguhkan berita, pemikiran dan peristiwa yang terjadidi kabupaten Labuhanbatu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *