Motor klasik Honda telah lama menduduki posisi istimewa dalam sejarah dan budaya otomotif Indonesia. Kehadiran mereka bukan sekadar fenomena transportasi, melainkan telah menjadi sebuah pergerakan hobi yang kaya akan nostalgia, kebersamaan, dan ekspresi pribadi. Laporan ini bertujuan untuk menyajikan analisis holistik dan mendalam mengenai ekosistem motor klasik Honda di Indonesia, mengidentifikasi model-model ikonik, dinamika pasar, jaringan pendukung, hingga tren modifikasi yang berkembang di dalamnya.

Untuk memfokuskan analisis, laporan ini membuat batasan yang jelas antara motor “klasik” yang memiliki signifikansi historis dengan model modern yang hanya mengadopsi gaya retro. Model-model seperti Honda Vario, Scoopy, BeAT, dan Stylo 160, meskipun memiliki desain yang menarik, dikategorikan sebagai motor baru yang populer di pasar saat ini dan bukan bagian dari segmen kolektor vintage. Demikian pula, model sport modern seperti Honda CB150R StreetFire atau CBR tidak termasuk dalam kategori vintage yang dimaksud, meskipun mereka merupakan bagian dari evolusi lini CB secara global. Sebaliknya, fokus laporan ini adalah pada motor-motor yang benar-benar berasal dari era 1970-an hingga 1990-an yang telah membentuk fondasi hobi motor klasik di Indonesia.

Pahlawan Legendaris: Profil Model Klasik Ikonik Honda

Beberapa model motor Honda dari masa lampau telah menempati tempat tertinggi dalam hierarki hobi motor klasik di Indonesia. Daya tarik mereka sering kali berakar pada sejarah yang kuat, desain yang tak lekang oleh waktu, dan keandalan yang legendaris.

Seri Honda CB: Simbol Kebebasan dan Warisan Jantan

Seri Honda CB dapat disebut sebagai pionir motor sport klasik di Indonesia. Sejarahnya di Indonesia dimulai pada tahun 1970 dengan kehadiran Honda CB100, diikuti oleh CB125 pada tahun 1971, dan CB200 pada tahun 1972. Lini ini dengan cepat mendapatkan popularitas di kalangan pengendara, terutama berkat performa mesin yang tangguh dan kemampuannya melahap tanjakan dengan mudah. Sebuah keputusan strategis oleh PT. Federal Motor pada saat itu adalah hanya merakit varian bermesin silinder tunggal di Indonesia, sebuah pilihan yang membuat harganya lebih terjangkau dan perawatannya lebih sederhana dibandingkan varian twin-silinder yang diproduksi secara global.

 

Analisis Teknis CB100

Sebagai perwakilan utama dari lini ini, Honda CB100 adalah motor yang ikonik. Motor ini ditenagai oleh mesin 4-tak satu silinder berkapasitas 99 cc. Mesinnya mampu menghasilkan daya maksimum 11.5 hp pada 10.500-11.000 rpm, dengan transmisi 5-percepatan. Desainnya dilengkapi dengan rem tromol di bagian depan dan belakang. Model ini memiliki bobot kering sekitar 92 hingga 95 kg dengan kapasitas tangki bahan bakar sekitar 7.5 hingga 10 liter. Sedikit perbedaan dalam data teknis (misalnya, bobot atau kapasitas tangki) dapat dijelaskan oleh variasi model dan tahun produksi di pasar global.

Honda C70 “Si Pitung”: Keunikan Desain dan Mesin Bandel

Honda C70, yang populer dengan julukan “Si Pitung,” merupakan salah satu motor bebek klasik paling digemari di Indonesia. Julukan ini berasal dari bahasa Jawa, “pitung puluh,” yang berarti “tujuh puluh,” mengacu pada kapasitas mesin 70 cc-nya. Motor ini pertama kali diproduksi di Indonesia pada tahun 1971 dan dengan cepat meledak di pasaran. Ditenagai oleh mesin 71.8 cc 4-tak, Honda C70 mampu menghasilkan tenaga 6 hp dan dilengkapi dengan transmisi semi-otomatis 3-percepatan Desainnya yang unik dengan bingkai step-through dan kesan retro menjadikannya pilihan favorit, terutama di kalangan penggemar yang menyukai model dengan mesin yang bandel dan irit bahan bakar.

Seri Honda Astrea: Tulang Punggung Hobi Bebek Klasik

Serial Honda Astrea, khususnya Honda Astrea Grand, memiliki posisi yang tak tergantikan dalam komunitas motor bebek klasik. Varian awal yang diperkenalkan pada tahun 1991 dikenal sebagai “Grand Bulus” karena desain lampu belakangnya yang membulat. Motor ini dibekali mesin 4-langkah, OHC, berpendingin udara dengan volume langkah 97.1 cm³. Mesin ini menghasilkan daya maksimum 7.5 hp pada 8.000 rpm dan menggunakan transmisi 4-percepatan dengan pola pengoperan gigi N-1-2-3-4-(N). Astrea Grand dikenal luas karena mesinnya yang sangat andal dan irit, menjadikannya pilihan ideal sebagai motor harian maupun untuk proyek restorasi.

Model Klasik Lainnya

Selain trio ikonik di atas, motor klasik Honda lainnya seperti seri Honda Supra dan varian legendaris Honda Super Cub juga memiliki basis penggemar yang solid di Indonesia. Mereka menambah kekayaan dan variasi dalam ekosistem hobi motor klasik, masing-masing dengan karakteristik unik yang menarik segmen penggemar yang berbeda.

Honda Win: Kesederhanaan, Ketangguhan, dan Fungsionalitas

Honda Win adalah motor sport ringan yang terkenal dengan julukan “motor pekerja” karena dikenal tangguh, praktis, dan irit bahan bakar. Motor ini diproduksi di Indonesia mulai tahun 1986 hingga 2005. Meskipun sering digunakan sebagai motor dinas pemerintah atau untuk keperluan transportasi yang membutuhkan ketahanan, Honda Win kini juga menjadi salah satu motor klasik yang diburu oleh para penggemar hobi.

Motor ini ditenagai oleh mesin 4-tak, OHC, satu silinder, berpendingin udara. Terdapat sedikit perbedaan data mengenai kapasitas mesinnya, yaitu 100 cm³ 4atau 97,2 cc. Demikian pula, daya maksimum yang dihasilkan dilaporkan sebesar 10.8 hp pada 8.000 rpm  atau 8.9 hp pada 7.500 rpm. Mesin ini dipasangkan dengan transmisi manual 4-percepatan dan kopling manual. Dengan bobot kosong 100 kg , Honda Win dikenal sangat ringan dan memiliki kemampuan yang baik untuk melibas tanjakan dan medan yang sulit atau berlumpur.

Tabel berikut menyajikan perbandingan spesifikasi kunci dari tiga model paling ikonik yang menjadi tulang punggung ekosistem motor klasik Honda di Indonesia.

Karakteristik Honda CB100 Honda C70 “Si Pitung” Honda Astrea Grand Honda Win
Tahun Produksi Kunci di Indonesia 1970-1982 1971 1991-2000 1986-2005
Kapasitas Mesin 99 cc 71.8 cc 97.1 cm³ 100 cm³  (atau 97,2 cc )
Daya Maksimum 11.5 hp @ 10.500-11.000 rpm 6 hp @ 9.000 rpm 7.5 hp @ 8.000 rpm 17 10.8 hp @ 8,000 rpm  (atau 8.9 hp @ 7,500 rpm)
Tipe Mesin 4-tak, 1 silinder, OHC, berpendingin udara 4-tak, 1 silinder, berpendingin udara 4-tak, 1 silinder, OHC, berpendingin udara 4-tak, OHC, 1 silinder, berpendingin udara
Transmisi 5-percepatan, rantai 3-percepatan semi-otomatis, rantai 4-percepatan, rotari 4-percepatan manual
Sistem Pengereman Tromol depan & belakang Tromol depan & belakang Tromol depan & belakang Tromol depan & belakang
Bobot (Kering) 92-95 kg 80 kg 89.2-91.1 kg 100 kg

Dinamika Pasar dan Valuasi: Mengurai Nilai Sejati Motor Klasik

Pasar motor klasik Honda di Indonesia adalah sebuah ekosistem yang kompleks, di mana nilai jual tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh sejumlah faktor lain yang lebih bernuansa.

Faktor Penentu Harga: Orisinalitas, Kondisi, dan Kelangkaan

Sebuah studi menunjukkan bahwa harga jual motor klasik dipengaruhi secara signifikan oleh kondisi, merek, model, dan tahun produksinya. Kelengkapan surat-surat kendaraan juga merupakan faktor penentu yang sangat krusial, karena unit tanpa dokumen legal akan memiliki nilai yang jauh lebih rendah.

Ada spektrum nilai yang luas, mulai dari unit yang berfungsi sebagai “bahan” untuk proyek, unit yang telah direstorasi untuk penggunaan harian, hingga unit yang kondisinya “full orisinal” seperti baru. Unit yang orisinal dari pabrik memiliki nilai yang sangat tinggi karena keasliannya dan kelangkaan suku cadang orisinal yang sulit didapatkan di pasaran.

Analisis Harga Pasar dan Potensi Investasi

Harga motor klasik Honda di pasar bekas menunjukkan rentang yang sangat lebar, yang mencerminkan perbedaan kondisi dan nilai. Misalnya, harga bekas Astrea Grand Bulus dapat bervariasi antara Rp 3,5 juta hingga Rp 8 juta tergantung kondisi dan orisinalitas komponennya. Namun, unit yang kondisinya “full original” dan istimewa dapat dihargai jauh lebih tinggi, mencapai Rp 15 juta.

Untuk seri Honda CB, rentang harganya bahkan lebih ekstrem. Unit Honda CB100 tanpa dokumen legal bisa ditemukan di harga Rp 5 juta, sementara unit Honda CB200 yang dalam kondisi orisinal bisa mencapai Rp 35 juta. Perbedaan harga yang mencolok ini bukan hanya sekadar fluktuasi pasar, tetapi merupakan cerminan dari spektrum nilai yang ada. Tingginya harga pada unit yang orisinal menunjukkan bahwa motor-motor ini telah bergeser dari sekadar hobi menjadi aset investasi yang nilainya stabil, bahkan berpotensi meningkat seiring waktu, sebuah fenomena yang diakui oleh para ahli.

Fakta bahwa harga restorasi dapat disesuaikan dengan anggaran  menciptakan dua segmen pasar yang berbeda: hobiis yang ingin motor “siap pakai” tanpa peduli orisinalitas, dan kolektor atau investor yang menuntut kesempurnaan dan otentisitas tanpa batas anggaran. Pilihan untuk menggunakan suku cadang orisinal, meskipun lebih mahal, dinilai memberikan nilai jangka panjang yang lebih baik.

Model Kisaran Harga Unit “Bahan” Kisaran Harga Unit “Restorasi Harian” Kisaran Harga Unit “Orisinal/Sempurna”
Honda Astrea Grand Bulus Rp 2 – 4 Juta Rp 3,5 – 8 Juta Rp 10 – 15 Juta 27
Honda CB100 Rp 5 – 8 Juta Rp 8 – 18 Juta Rp 15 – 25 Juta+
Honda C70 Rp 4 – 6 Juta Rp 6 – 10 Juta Rp 10 – 20 Juta+
Honda Win Rp 7,5 – 10 Juta Rp 10,5 – 18,8 Juta Rp 18,5 – 25 Juta+

Catatan: Harga dapat bervariasi tergantung lokasi, kelengkapan dokumen, dan kualitas restorasi. Data di atas merupakan estimasi berdasarkan pengamatan pasar dan sumber yang tersedia.

Ekosistem Hobi: Jaringan Pendukung di Balik Gairah Klasik

Gairah terhadap motor klasik Honda tidak dapat dipisahkan dari ekosistem pendukungnya yang kuat dan terdesentralisasi, yang terdiri dari komunitas, bengkel spesialis, dan penyedia suku cadang.

Peran Sentral Komunitas: Wadah Silaturahmi dan Pengetahuan

Komunitas adalah tulang punggung dari hobi ini. Organisasi seperti Honda Classic Club Indonesia (HCCI) berfungsi sebagai wadah untuk membangun tali persaudaraan di antara para penggemar motor klasik Honda. Komunitas ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga pusat pertukaran informasi, sumber referensi bengkel, dan tempat untuk menemukan unit motor yang akan dijual. Jejaring sosial yang kuat ini adalah salah satu alasan utama mengapa hobi motor klasik dapat terus tumbuh dan bertahan.

Bengkel Spesialis dan Seni Restorasi

Restorasi adalah jantung dari hobi motor klasik. Keberadaan bengkel spesialis yang berpengalaman menjadi krusial dalam proses ini. Penelitian mengidentifikasi beberapa bengkel yang menonjol, seperti Garasi Gue 31 di Jakarta Timur  dan Prasetya Motor di Klaten , yang bahkan mengkhususkan diri pada model-model tertentu seperti Honda Astrea Grand. Garasi Gue 31 juga menyediakan aksesori untuk model lain seperti Honda Win.

Eksistensi bengkel-bengkel yang tersebar di berbagai lokasi, mulai dari Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Klaten , menunjukkan bahwa ekosistem restorasi motor klasik di Indonesia tidak terpusat di satu kota, melainkan telah berkembang menjadi jaringan yang terdesentralisasi dan mandiri. Spesialisasi ini mengindikasikan bahwa setiap sentra hobi telah mengembangkan keahlian dan jejaring pasokannya sendiri, menciptakan sebuah industri kecil yang menopang permintaan yang berkelanjutan dari para penggemar.

Ketersediaan Suku Cadang: Tantangan dan Solusi

Ketersediaan suku cadang, terutama untuk motor yang sudah tidak diproduksi, adalah salah satu tantangan terbesar bagi para hobiis. Ada dua jalur utama yang digunakan untuk mengatasi masalah ini.

Pertama, jalur resmi melalui distributor seperti PT Astra Honda Motor (AHM)  atau dealer tertentu seperti hondacengkareng.com. Situs ini masih menyediakan suku cadang untuk beberapa model lawas seperti Grand Impressa dan Legenda, meskipun jumlahnya tidak sebanyak model modern.

Kedua, jalur lokal atau aftermarket yang mengambil peran vital dalam menyediakan suku cadang pengganti. Bengkel-bengkel spesialis seringkali lebih mengandalkan suku cadang lokal atau “kanibal” dari motor lain. Fenomena ini dapat dilihat di Garasi Gue 31, yang bahkan secara eksplisit menyebutkan bahwa mereka lebih memilih menjual striping lokal karena lebih murah dan memiliki kualitas lem yang lebih baik dibandingkan dengan stok orisinal lama yang lemnya sudah kurang lengket.

Keterbatasan suku cadang orisinal secara kausal mendorong kemandirian dan kreativitas komunitas. Kelangkaan tersebut secara langsung memicu pertumbuhan bisnis suku cadang replika lokal yang diproduksi oleh industri kecil dan menengah. Hal ini menciptakan sebuah lingkaran ekonomi yang tangguh, di mana permintaan yang tinggi dan kelangkaan produk pabrikan justru memupuk inovasi dan solusi dari bawah, menunjukkan resiliensi ekosistem hobi motor klasik di Indonesia.

Tren Modifikasi: Mengubah Klasik Menjadi Karya Seni

Motor klasik sering kali dianggap sebagai kanvas bagi ekspresi kreatif. Di Indonesia, ada dua aliran utama yang mendominasi tren modifikasi: aliran orisinal dan aliran kustom.

Aliran Orisinal: Preservasi Keaslian

Aliran ini berfokus pada restorasi motor ke kondisi “seperti baru dari pabrik.” Para penggemar dalam aliran ini akan berburu suku cadang orisinal, bahkan jika itu berarti membayar harga tinggi atau mencari stok lama yang disebut New Old Stock (NOS). Nilai jual motor dalam aliran ini seringkali menjadi yang tertinggi, seperti yang terlihat pada unit Astrea Grand Bulus yang dihargai hingga belasan juta rupiah. Aliran ini menghargai warisan sejarah dan otentisitas di atas segalanya.

Aliran Kustom: Japstyle, Cafe Racer, dan Street Cub

Modifikasi kustom adalah manifestasi dari kreativitas dan pragmatisme penggemar. Aliran ini lahir sebagai jawaban atas dua tantangan utama: keterbatasan performa mesin tua dan kelangkaan suku cadang bodi orisinal. Alih-alih berburu suku cadang yang langka, hobiis dapat menciptakan tampilan baru dengan komponen yang lebih mudah ditemukan.

  • Street Cub: Gaya ini sangat populer, terutama dengan basis motor Honda C70. Aliran ini dicirikan oleh desain minimalis, penghilangan bodi plastik, dan seringkali menggunakan ban berukuran besar.
  • Japstyle & Cafe Racer: Seri Honda CB menjadi kanvas utama untuk aliran ini. Modifikasi ini sering melibatkan penggantian tangki, jok, setang, dan knalpot untuk menciptakan tampilan yang lebih gagah.

Popularitas modifikasi ini juga didorong oleh pertimbangan teknis. Banyak modifikator mengganti mesin asli yang kurang bertenaga dengan mesin motor yang lebih modern dan mudah dirawat, seperti Honda Tiger atau Megapro, untuk meningkatkan performa motor. Dengan demikian, modifikasi kustom tidak hanya mengubah tampilan, tetapi juga meningkatkan fungsionalitas dan relevansi motor klasik di jalanan modern.

Tabel berikut memberikan gambaran ringkas mengenai filosofi, karakteristik, dan model basis dari aliran modifikasi populer.

Aliran Modifikasi Filosofi Karakteristik Kunci Model Basis Populer
Orisinal Preservasi keaslian, menjaga nilai sejarah. Tampilan seperti motor baru keluar dari pabrik, penggunaan suku cadang orisinal. Honda CB, Astrea Grand Bulus, C70, Win.
Japstyle Kesederhanaan, utilitas, dan fungsionalitas Jepang. Tangki kecil, jok tipis, ban “tahu,” setang lebar, knalpot megaphone. Honda CB, Honda GL, Honda Megapro, Honda Win.
Cafe Racer Mengadaptasi gaya motor balap era 1960-an. Setang jepit (clip-on), jok tunggal berekor (buntut tawon), lampu depan bulat, tangki ramping. Honda CB, Honda Tiger.
Street Cub Minimalisme, pragmatisme, gaya chopper minimalis. Penghilangan bodi belakang, ban gambot, setang tinggi, posisi berkendara santai. Honda C70, Honda Super Cub.

Kesimpulan dan Prospek Masa Depan

Ekosistem motor klasik Honda di Indonesia adalah fenomena yang matang, kompleks, dan multifaset. Hobi ini didorong oleh perpaduan antara nostalgia yang kuat, nilai investasi yang stabil, dan semangat kreativitas yang tak terbatas. Analisis menunjukkan bahwa nilai motor klasik Honda telah bergeser dari sekadar barang hobi menjadi aset yang berharga, terutama untuk unit-unit yang terawat dan orisinal.

Kemandirian komunitas, yang didukung oleh bengkel-bengkel spesialis yang tersebar dan industri lokal yang menyediakan suku cadang, adalah faktor kunci di balik keberlanjutan ekosistem ini. Kelangkaan suku cadang orisinal justru tidak mematikan hobi ini, melainkan memicu inovasi dan munculnya solusi-solusi kreatif.

Prospek hobi motor klasik Honda di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang. Bagi calon penggemar atau investor, penting untuk memahami bahwa nilai sejati sebuah motor klasik bukan hanya pada harga beli, tetapi juga pada investasi waktu, pengetahuan, dan semangat untuk merawatnya. Perpaduan antara apresiasi terhadap warisan sejarah dan fleksibilitas untuk mengekspresikan diri melalui modifikasi memastikan bahwa motor-motor klasik Honda akan terus menjadi bagian yang hidup dan berharga dalam budaya otomotif Indonesia.

Karya yang dikutip

  1. Honda Indonesia – Daftar Harga Motor Honda Terbaru 2025 | Oto, diakses Agustus 16, 2025, https://www.oto.com/motor-baru/honda
  2. Daftar Lengkap Pemenang Honda Modif Contest (HMC) Bandung 2025 – OtoRider, diakses Agustus 16, 2025, https://otorider.com/berita/2025/daftar-lengkap-pemenang-honda-modif-contest-hmc-bandung-2025-dafdcceg025
  3. Intip Sejarah Honda CB150R di Indonesia, Hadir Sejak 2012, Ada 4 Generasi, diakses Agustus 16, 2025, https://otomotifnet.gridoto.com/read/232686312/intip-sejarah-honda-cb150r-di-indonesia-hadir-sejak-2012-ada-4-generasi
  4. HONDA CB – All Models by Year (1959-Present) – Specs, Pictures & History – autoevolution, diakses Agustus 16, 2025, https://www.autoevolution.com/moto/honda/cb/
  5. Sejarah Perkembangan Honda CB di Indonesia (bagian kedua) – Motor Blog Info, diakses Agustus 16, 2025, https://motorbloginfo.wordpress.com/2017/06/18/sejarah-perkembangan-honda-cb-di-indonesia-bagian-kedua/
  6. Sejarah Perkembangan Honda CB di Indonesia (bagian pertama) | Motor Blog Info | Page 5, diakses Agustus 16, 2025, https://motorbloginfo.wordpress.com/2017/06/06/sejarah-perkembangan-honda-cb-di-indonesia-bagian-pertama/5/
  7. Honda Super Sport CB100 Motorcycles – webBikeWorld, diakses Agustus 16, 2025, https://www.webbikeworld.com/honda-sport-100/
  8. Honda CB 100 1974 specs – MotoDealers UK, diakses Agustus 16, 2025, https://motodealers.co.uk/bike/honda/cb-100/1974/specs
  9. Sejarah Honda “Pitung” C70, Motor Klasik yang Tarik Perhatian Khofifah di Pasar Murah Situbondo – Jatimtimes, diakses Agustus 16, 2025, https://jatimtimes.com/baca/296984/20230922/134000/sejarah-honda-pitung-c70-motor-klasik-yang-tarik-perhatian-khofifah-di-pasar-murah-situbondo
  10. HONDA C70 – All Models by Year (1958-2007) – Specs, Pictures & History – autoevolution, diakses Agustus 16, 2025, https://www.autoevolution.com/moto/honda/c70/
  11. HONDA SUPER CUB 70 (C70) Parts and Technical Specifications – Webike Japan, diakses Agustus 16, 2025, https://japan.webike.net/HONDA/SUPER+CUB+70+C70/77/m-spec/
  12. Trio Motor Bebek Legendaris Honda di Indonesia | kumparan.com, diakses Agustus 16, 2025, https://kumparan.com/kumparanoto/trio-motor-bebek-legendaris-honda-di-indonesia
  13. Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Restorasi Motor | PT Astra Honda Motor, diakses Agustus 16, 2025, https://www.astra-honda.com/community/news-detail?slug=ingin-restorasi-motor-honda-jadul-apa-yang-mesti-dilakukan
  14. Garasi Gue 31, Surganya Sparepart dan Aksesori Motor Jadul …, diakses Agustus 16, 2025, https://www.gridoto.com/read/222165686/garasi-gue-31-surganya-sparepart-dan-aksesori-motor-jadul-honda-di-jakarta-timur
  15. Motor Klasik Pasti Asyik! Astrea Grand Bulus Masih Diburu, Segini Harga Bekasnya Sekarang – Radar Madiun – Jawa Pos, diakses Agustus 16, 2025, https://radarmadiun.jawapos.com/lifestyle/805873734/motor-klasik-pasti-asyikastrea-grand-bulus-masih-diburu-segini-harga-bekasnya-sekarang
  16. HCCI ( Honda Classic Club Indonesia ) – MotorMobile.Net, diakses Agustus 16, 2025, https://www.motormobile.net/m/more.php?id=5277
  17. AHM Community – Astra Honda Motor, diakses Agustus 16, 2025, https://www.astra-honda.com/community/news-detail?slug=serunya-ribuan-bikers-pengguna-honda-klasik-hadiri-jamnas-hci-xix-di-samarinda
  18. Banyak Direstorasi, Ini Sejarah dan Tipe Honda Win di Indonesia – Gridoto, diakses Agustus 16, 2025, https://www.gridoto.com/read/224165447/banyak-direstorasi-ini-sejarah-dan-tipe-honda-win-di-indonesia
  19. Honda Win 100cc Hire Hanoi – Offroad Vietnam Adventures, diakses Agustus 16, 2025, https://offroadvietnam.com/motorcycle-rentals/road-bikes/honda-win-100cc
  20. Review Honda Win 100 : Motor Klasik Dengan Harga Selangit, diakses Agustus 16, 2025, https://framelessplate.com/review-honda-win-100-motor-klasik-dengan-harga-selangit/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 1 =
Powered by MathCaptcha