Definisi dan Signifikansi Historis

Skandal Iran-Contra, yang juga dikenal sebagai Iran Initiative atau Iran-Gate, merupakan krisis politik domestik terbesar di Amerika Serikat sejak Skandal Watergate. Skandal yang mendominasi berita sejak akhir tahun 1986 ini melibatkan serangkaian operasi rahasia ilegal yang difasilitasi oleh pejabat senior dalam pemerintahan Presiden Ronald Reagan antara tahun 1981 hingga 1986.

Inti dari skandal ini melibatkan dua tindakan rahasia yang saling terkait dan bertentangan dengan kebijakan publik AS: pertama, penjualan senjata teknologi tinggi secara terselubung kepada Republik Islam Iran, meskipun Iran dikenai embargo senjata AS dan dianggap sebagai musuh yang mendukung terorisme ; dan kedua, pengalihan dana ilegal yang diperoleh dari penjualan senjata tersebut untuk mendanai pemberontak Contra di Nikaragua, sebuah tindakan yang dilarang keras oleh Kongres AS.

Ketika Presiden Reagan mengakui bahwa kedua operasi tersebut terhubung, taruhannya meningkat secara drastis, menimbulkan desas-desus mengenai kemungkinan pemakzulan dan mengancam untuk menggoyahkan kepresidenannya. Latar belakang ini menempatkan Iran-Contra bukan hanya sebagai kesalahan operasional atau etika, tetapi sebagai pertarungan fundamental antara kekuasaan Eksekutif dan Legislatif atas kontrol kebijakan luar negeri dan operasi rahasia.

Konteks Kebijakan Luar Negeri Era Reagan

Skandal Iran-Contra berakar pada kebijakan luar negeri AS yang agresif selama Perang Dingin, khususnya dalam Doktrin Reagan. Doktrin ini berupaya secara aktif menahan dan menggulingkan rezim pro-Komunis di seluruh dunia. Dua krisis geopolitik menjadi pendorong utama skema rahasia ini:

Krisis Nikaragua dan Dukungan Contra

Setelah dilantik pada Januari 1981, Presiden Reagan memandang pemerintahan Sandinista di Nikaragua, yang berorientasi Marxis, sebagai titik luncur bagi penyebaran Komunisme di Amerika Tengah. Untuk melawan ancaman ini, Reagan mengesahkan dukungan rahasia CIA berupa uang, senjata, dan pelatihan bagi Pasukan Demokratik Nikaragua, yang dikenal sebagai Contras. Dukungan ini kontroversial sejak awal, terutama setelah terungkapnya pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Contras, yang membuat dukungan publik Amerika melemah.

Krisis Sandera Lebanon dan Pendekatan dengan Iran

Di Timur Tengah, hubungan AS dengan Iran sangat tegang pasca-Revolusi Iran 1979, di mana 52 diplomat AS disandera selama 444 hari. Selama periode Reagan, warga AS diculik dan ditahan di Lebanon oleh Hezbollah, kelompok paramiliter Islamis yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Motivasi resmi administrasi Reagan untuk menjual senjata (terutama rudal TOW dan Hawk) kepada Iran adalah untuk membebaskan para sandera ini. Ide pertukaran senjata untuk sandera ini diusulkan oleh Manucher Ghorbanifar, seorang pedagang senjata Iran yang diasingkan. Pejabat administrasi berharap penjualan ini dapat memengaruhi Iran agar menekan Hezbollah untuk membebaskan sandera. Namun, kebijakan ini secara fundamental bertentangan dengan janji publik Reagan untuk tidak pernah bernegosiasi dengan teroris.

Kerangka Hukum yang Dibatasi: Amandemen Boland dan Interpretasi Celah Hukum

Pusat dari konflik Iran-Contra adalah pelanggaran terang-terangan terhadap Amandemen Boland, serangkaian undang-undang yang diundangkan Kongres untuk membatasi aksi Eksekutif di Nikaragua.

Evolusi Amandemen Boland (1982–1986)

Amandemen Boland, yang dinamai berdasarkan perwakilan Edward P. Boland (D-Mass), merupakan respons langsung Kongres terhadap operasi rahasia CIA di Nikaragua.

Pembatasan Awal (1982–1984)

Versi awal (21 Desember 1982) melarang penggunaan dana CIA dan Departemen Pertahanan (DOD) untuk menggulingkan pemerintah Nikaragua. Namun, pembatasan ini ditafsirkan secara sempit oleh administrasi Reagan untuk membolehkan entitas selain CIA dan DOD—khususnya Dewan Keamanan Nasional (NSC)—untuk melanjutkan dukungan.

Larangan Total (1984–1985)

Pembatasan diperketat secara signifikan pada 3 Oktober 1984, di mana bantuan dipotong sepenuhnya dan melarang semua agensi atau entitas Pemerintah AS yang terlibat dalam aktivitas intelijen untuk menyediakan dana militer atau paramiliter, baik langsung maupun tidak langsung, kepada Contras. Larangan total ini berlaku hingga Desember 1985. Amandemen ini bertujuan untuk membuat Contras menyerah.

Celah Hukum dan Penggunaan NSC

Meskipun Kongres menggunakan kekuatan anggarannya untuk memblokir pendanaan, administrasi Reagan bertekad untuk menghindari larangan tersebut. Mereka berdalih bahwa NSC, sebagai staf Gedung Putih, tidak secara eksplisit dicap sebagai “agensi intelijen,” memungkinkan NSC menjadi saluran untuk menyalurkan dana.

Strategi Pengelakan dan Cacat Konstitusional yang Disengaja

Upaya Eksekutif untuk menghindari Boland Amendment menunjukkan masalah konstitusional yang mendalam. Kongres berusaha mengontrol kebijakan luar negeri melalui kekuatan anggarannya (power of the purse). Ketika Eksekutif merespons dengan menggunakan NSC dan dana non-apropriasi (keuntungan senjata Iran), ini adalah krisis konstitusional yang disengaja.

Penggunaan Dewan Keamanan Nasional (NSC) adalah mekanisme yang disengaja untuk menciptakan kerahasiaan operasional yang absolut. NSC, yang secara tradisional berfungsi sebagai badan koordinasi, disalahgunakan menjadi badan operasional rahasia di bawah komando Presiden, yang secara efektif menghindari mekanisme pengawasan yang berlaku untuk CIA dan DOD.

Selain penggunaan NSC, administrasi Reagan, melalui Oliver North, secara aktif mencari dana dari pihak ketiga—termasuk negara asing (seperti Arab Saudi) dan donatur swasta—untuk mendukung Contras. Praktik mencari dana pihak ketiga ini kemudian juga dilarang dalam versi Amandemen Boland yang lebih ketat. Tindakan ini melemahkan kekuatan legislatif, karena kebijakan luar negeri dijalankan tanpa persetujuan anggaran atau pengawasan Kongres.

Mekanisme Operasional Rahasia: Senjata, Sandera, dan Pengalihan Dana (The Diversion)

Skandal ini adalah persimpangan dua operasi rahasia, yang disatukan oleh skema pengalihan dana yang diatur oleh staf NSC.

Inisiatif Senjata untuk Sandera (Arms-for-Hostages)

Operasi dimulai pada tahun 1985 ketika Iran meminta senjata dari Amerika Serikat, meskipun saat itu Iran dan Irak sedang berperang. Administrasi Reagan setuju, dengan dalih bahwa penjualan tersebut akan membebaskan sandera AS yang ditahan di Lebanon. Tiga pengiriman rudal dilakukan pada Agustus, September, dan November 1985, meskipun ada penolakan dari Menteri Pertahanan Caspar Weinberger dan Menteri Luar Negeri George Shultz. Penjualan senjata ini diizinkan secara retrospektif oleh Presiden Reagan melalui penandatanganan dokumen otorisasi.

Meskipun pejabat AS berharap penjualan senjata ini akan memengaruhi pembebasan sandera, kebijakan ini merupakan pelanggaran ganda: melanggar embargo senjata AS terhadap Iran dan kebijakan resmi AS untuk tidak memberi konsesi kepada kelompok teroris. Robert McFarlane, Penasihat Keamanan Nasional, terlibat dalam perjalanan rahasia ke Teheran untuk memantau operasi. Setelah kegagalan pengiriman awal, hanya satu sandera yang dibebaskan, menunjukkan inefektivitas dari strategi ini.

Skema Pengalihan Dana (The Diversion)

Pusat skandal ini adalah The Diversion—ide untuk menggunakan keuntungan (atau “residual”) dari penjualan senjata Iran yang diperjualbelikan dengan harga mark-up untuk mendanai Contras.

Letnan Kolonel Oliver North, seorang staf NSC yang menjadi koordinator operasional lapangan, dikreditkan sebagai inisiator skema pengalihan dana ini. Skema ini memungkinkan operasi Contra terus berjalan meskipun dilarang oleh Amandemen Boland, menggunakan dana non-apropriasi yang dihasilkan dari operasi rahasia lain.

Dana yang dialihkan diperkirakan berkisar antara $10 juta hingga $30 juta. Penyelidikan kemudian menemukan bahwa total pendanaan AS untuk Contras—termasuk uang Iran dan uang dari sumber non-apropriasi lainnya—mencapai lebih dari $70 juta.

Skema pengalihan dana ini menciptakan Privatisasi Kebijakan Luar Negeri. Penggunaan keuntungan dari penjualan senjata berarti operasi rahasia ini menjadi mandiri secara finansial, menciptakan aparatur kebijakan luar negeri bayangan—dikenal sebagai “Enterprise”—yang beroperasi sepenuhnya di luar pengawasan Kongres dan proses anggaran pemerintah yang sah. Hal ini mewakili penyalahgunaan NSC yang paling parah, memungkinkan dilakukannya operasi paramiliter yang didanai sendiri dan tidak akuntabel.

Lebih jauh, terungkap pula bahwa North berkoordinasi dengan Manuel Noriega, diktator Panama, untuk melakukan sabotase terhadap Sandinistas. North mengusulkan kepada Penasihat Keamanan Nasional John Poindexter bahwa Noriega dapat dibayar $1 juta (dari dana penjualan senjata Iran) untuk membantu menghancurkan instalasi ekonomi Nikaragua.

Aktor Kunci dan Rantai Perintah

Peran Sentral Oliver North dan John Poindexter

Oliver North

Letnan Kolonel Oliver North (USMC) menjadi figur publik utama dalam skandal ini, yang bertanggung jawab atas implementasi dan koordinasi operasional skema diversion. Setelah skandal terungkap, North dituduh menghancurkan atau menyembunyikan dokumen-dokumen penting antara 21 November hingga 25 November 1986, dalam upaya menutupi jejak operasi rahasia tersebut.

John Poindexter

Laksamana Madya John Poindexter, yang menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional (NSA) setelah Robert McFarlane, adalah atasan langsung North dan memainkan peran penting. Poindexter secara pribadi menyetujui atau mengarahkan banyak kegiatan North, termasuk skema pengalihan dana. Untuk menjaga kerahasiaan, Poindexter dan North menggunakan saluran komunikasi email rahasia (PROFS) yang menghindari intersepsi oleh staf NSC lainnya.

Poindexter kemudian menjadi tameng pelindung bagi Presiden Reagan. Ia bersikeras bahwa ia tidak pernah memberi tahu Presiden Reagan tentang pengalihan dana Iran ke Contras. Kesaksian ini merupakan faktor krusial yang mencegah keterlibatan langsung Reagan dalam pelanggaran Amandemen Boland yang paling serius.

Tingkat Pengetahuan Presiden Ronald Reagan

Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Presiden Reagan mengetahui secara langsung tentang pengalihan dana (diversion) untuk Contras , ia secara pasti menyetujui kebijakan menjual rudal kepada Iran sebagai upaya membebaskan sandera. Reagan kemudian mengakui bahwa penjualan senjata tersebut adalah “kesalahan”.

Komisi Tower mengkritik “gaya manajemen” Reagan yang hands-off (lepas tangan), di mana ia berkonsentrasi pada strategi gambaran besar dan menyerahkan detail operasional rahasia kepada stafnya. Gaya ini dianggap berkontribusi terhadap penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan para pembantunya.

Pada akhirnya, tulisan Kongres yang dirilis pada November 1987 menyimpulkan bahwa, bahkan jika Presiden tidak mengetahui apa yang dilakukan para penasihat keamanan nasionalnya, ia seharusnya mengetahuinya. Tulisan tersebut menegaskan bahwa Presiden memikul “tanggung jawab tertinggi” atas kesalahan yang dilakukan oleh para pembantunya, dan bahwa administrasinya menunjukkan “kerahasiaan, penipuan, dan penghinaan terhadap hukum”.

Pengungkapan dan Proses Investigasi

Kronologi Pengungkapan dan Upaya Penutupan

Skandal Iran-Contra mulai terbongkar di depan umum dalam dua tahap pada akhir tahun 1986.

Pemicu awal terjadi pada 5 Oktober 1986, ketika sebuah pesawat kargo C-123 Amerika yang membawa perbekalan militer untuk Contras ditembak jatuh di Nikaragua. Pilot Amerika yang selamat mengungkapkan bahwa ia disewa untuk menjatuhkan kargo senjata kepada pemberontak.

Titik balik utama terjadi pada 3 November 1986, ketika majalah Lebanon Ash-Shiraa mempublikasikan tulisan yang membocorkan kesepakatan rahasia senjata untuk sandera antara AS dan Iran, menyusul bocoran dari pejabat senior Garda Revolusi Iran, Mehdi Hashemi. Setelah awalnya menyangkal operasi tersebut , Reagan akhirnya mengakui transfer senjata. Pada 25 November 1986, Jaksa Agung Ed Meese mengumumkan bahwa telah ditemukan pengalihan dana dari penjualan senjata Iran untuk mendanai Contras, secara resmi menghubungkan kedua skandal tersebut.

Investigasi Formal: Tiga Badan Utama

Tiga penyelidikan utama diluncurkan untuk mengungkap lingkup penuh skandal ini:

Komisi Tower (President’s Special Review Board)

Dibentuk oleh Presiden Reagan pada Desember 1986, dipimpin oleh mantan Senator John Tower. Tujuan komisi ini adalah meninjau peran dan prosedur staf NSC, bukan menilai kesalahan pidana. Tulisan Komisi Tower, yang dirilis pada Februari 1987, mengonfirmasi kebijakan senjata-untuk-sandera dan mengecam keras administrasi Reagan karena “gaya manajemen” yang buruk. Tulisan itu juga menyimpulkan bahwa Direktur CIA William Casey seharusnya mengambil alih operasi dan memastikan Presiden menyadari risikonya, serta memberitahu Kongres sesuai persyaratan hukum.

Sidang Kongres Bersama

Kongres membentuk komite gabungan (House and Senate Select Committees) pada Januari 1987. Sidang yang disiarkan televisi secara nasional selama musim panas 1987 ini mengungkap fakta dramatis mengenai teroris, sandera, penjualan senjata, dan operasi rahasia. Tulisan Kongres (November 1987) merupakan tulisan yang paling keras, menyimpulkan bahwa Reagan memikul “tanggung jawab tertinggi” dan administrasinya menunjukkan “kerahasiaan, penipuan, dan penghinaan terhadap hukum”.

Kantor Penasihat Independen (OIC) Lawrence Walsh

Pada Desember 1986, Lawrence Walsh diangkat sebagai Penasihat Independen untuk memimpin penyelidikan kriminal selama enam tahun (1986–1993). OIC Walsh menuntut 14 orang atas kejahatan operasional dan upaya

cover-up. Tujuan Walsh adalah untuk menetapkan akuntabilitas hukum bagi para pejabat tertinggi, termasuk menyelidiki potensi tanggung jawab pidana Reagan dan Wakil Presiden George H. W. Bush.

Tabel Kunci V.C.1: Tulisan Investigasi Utama Iran-Contra

Investigasi Tanggal Tulisan Fokus Utama Kesimpulan Tentang Reagan Relevansi
Komisi Tower Februari 1987 Struktur NSC dan gaya manajemen Presiden. Mengkritik “gaya manajemen” Reagan yang menyebabkan kelonggaran. Membantu memulihkan citra Reagan secara parsial, mengalihkan kesalahan ke NSC.
Komite Kongres November 1987 Pelanggaran hukum dan pengawasan kongres. Reagan menanggung “tanggung jawab tertinggi” atas kesalahan stafnya. Menekankan pelanggaran pemisahan kekuasaan dan kerahasiaan.
OIC Lawrence Walsh 1993 (Tulisan Akhir) Pertanggungjawaban pidana. Menyelidiki tanggung jawab pidana Reagan dan Bush; menghadapi penghalangan melalui pengampunan. Upaya terakhir untuk menegakkan akuntabilitas hukum.

Hasil Hukum, Pengampunan Kontroversial, dan Krisis Konstitusional

Tuntutan dan Vonis yang Dibatalkan

Penyelidikan OIC Lawrence Walsh menghasilkan tuntutan terhadap beberapa tokoh utama, namun hasil persidangan menghadapi tantangan hukum yang unik:

Oliver North dan John Poindexter

Oliver North divonis pada tahun 1989 atas tiga dakwaan, termasuk penghalangan Kongres dan penghancuran dokumen. John Poindexter divonis pada April 1990 atas lima kejahatan, termasuk konspirasi untuk menghalangi dan memberikan pernyataan palsu kepada Kongres.

Namun, vonis mereka berdua dibatalkan pada tahun 1991 oleh pengadilan banding. Pembatalan ini didasarkan pada kekhawatiran bahwa kesaksian mereka yang diimunisasi—di mana mereka dipaksa untuk bersaksi di hadapan Kongres di hadapan publik pada tahun 1987—kemungkinan digunakan untuk memengaruhi proses pengadilan mereka, melanggar hak Amendemen Kelima mereka (melawan kesaksian memberatkan diri sendiri). Pembatalan ini secara efektif mengakhiri penuntutan terhadap dua aktor sentral dalam skandal tersebut.

Pengampunan Presiden George H. W. Bush

Pada 24 Desember 1992, Presiden George H. W. Bush memberikan pengampunan kontroversial kepada enam terdakwa Iran-Contra, termasuk Robert McFarlane, Elliott Abrams, dan mantan Menteri Pertahanan Caspar Weinberger.

Pengampunan Weinberger menimbulkan kontroversi terbesar karena diberikan secara pre-emptif, yakni sebelum persidangannya dimulai. Penasihat Independen Lawrence Walsh berencana memanggil Bush sebagai saksi dalam persidangan Weinberger, dan pengampunan ini dipandang sebagai upaya untuk menyembunyikan informasi lebih lanjut mengenai sejauh mana pengetahuan pejabat tinggi, termasuk Bush dan Reagan.

Bush membela tindakannya dengan menyatakan bahwa motivasi para terdakwa adalah patriotisme dan menuduh Walsh telah “mengkriminalisasi perbedaan kebijakan”. Namun, Walsh merespons dengan keras, menyatakan bahwa pengampunan tersebut “merusak prinsip bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum”. Tindakan Bush ini, yang mirip dengan pengampunan Richard Nixon oleh Gerald Ford, secara efektif mengakhiri penyelidikan kriminal, mengabadikan ketidakpastian historis mengenai peran pasti Reagan dan Bush.

Iran-Contra sebagai Pelanggaran Pemisahan Kekuasaan

Skandal Iran-Contra berfungsi sebagai studi kasus utama tentang ketegangan dan pelanggaran terhadap prinsip pemisahan kekuasaan di Amerika Serikat.

Pelanggaran utama adalah upaya Cabang Eksekutif untuk melancarkan operasi rahasia dan kebijakan luar negeri yang secara tegas dilarang oleh Kongres melalui Amandemen Boland. Dengan menggunakan dana non-apropriasi (keuntungan penjualan senjata) dan aparatur NSC, Eksekutif secara langsung melemahkan Kekuatan Anggaran (Power of the Purse) Kongres, sebuah pilar pengawasan legislatif.

Para pelaku skandal—seperti North dan Poindexter—menggunakan kerahasiaan dan penghancuran dokumen untuk menutupi jejak mereka, menciptakan hambatan yang disengaja terhadap akuntabilitas demokratis. Fenomena ini memperlihatkan adanya budaya di dalam Eksekutif yang memprioritaskan tindakan rahasia di atas kepatuhan hukum dan pengawasan legislatif.

Meskipun reputasi Presiden Reagan pulih dan ia menyelesaikan masa jabatannya dengan approval rating yang tinggi, kegagalan untuk mempertahankan vonis terhadap pelaku utama dan pengampunan yang diberikan oleh Bush menunjukkan bahwa kepentingan politik untuk melindungi institusi kepresidenan lebih diutamakan daripada penegakan hukum. Preseden ini menciptakan risiko bahwa pelanggaran konstitusional yang termotivasi oleh “patriotisme” dapat dimaafkan, sehingga melemahkan pengawasan independen di masa depan.

Reformasi Legislatif dan Warisan Jangka Panjang

Reformasi Pengawasan Intelijen

Skandal Iran-Contra menunjukkan celah besar dalam pengawasan kongres terhadap operasi rahasia. Untuk menutup celah yang dieksploitasi oleh NSC, Kongres memberlakukan reformasi legislatif yang signifikan.

Intelligence Authorization Act (IAA) tahun 1991: Undang-undang ini dirancang untuk memperkuat kerangka pengawasan. IAA 1991 secara resmi mendefinisikan covert action (operasi rahasia) sebagai aktivitas Pemerintah AS dan secara spesifik mengatasi celah-celah yang diungkapkan oleh Iran-Contra.

Perubahan kunci termasuk persyaratan untuk pemberitahuan tepat waktu kepada Kongres mengenai operasi rahasia, regulasi yang lebih ketat tentang keterlibatan pihak ketiga, dan pembatasan peran lembaga pemerintah yang tidak ditunjuk (seperti NSC) dalam menjalankan operasi klandestin. Tujuannya adalah memastikan bahwa operasi rahasia hanya digunakan untuk mendukung kebijakan luar negeri yang telah diartikulasikan secara publik, dan bahwa aparatur yang bersifat privat atau semi-privat tidak lagi dapat menjalankan kebijakan luar negeri tanpa akuntabilitas kepada Kongres.

Perbandingan dengan Skandal Watergate

Iran-Contra sering dibandingkan dengan Watergate sebagai skandal politik terbesar abad ke-20 di AS. Meskipun keduanya melibatkan penyalahgunaan kekuasaan pejabat tinggi, sifatnya berbeda. Watergate berpusat pada kejahatan politik domestik dan penghalangan keadilan; Iran-Contra berpusat pada pelanggaran kebijakan luar negeri, embargo senjata, dan kekuasaan anggaran Kongres.

Perbedaan kritis terletak pada nasib Presiden yang terlibat. Richard Nixon dipaksa mengundurkan diri setelah terungkapnya rekaman yang membuktikan keterlibatannya dalam cover-up. Sebaliknya, Ronald Reagan berhasil lolos dari pemakzulan dan menyelesaikan masa jabatannya dengan approval rating yang tinggi.

Faktor yang membedakan ini adalah absennya “smoking gun” dalam Iran-Contra—tidak ada bukti langsung yang mengaitkan Reagan dengan diversion dana ke Contras, terutama karena John Poindexter mengklaim telah menyembunyikan informasi tersebut , dan upaya penghancuran dokumen oleh North meninggalkan catatan yang tidak lengkap. Dalam konteks ini, Iran-Contra menunjukkan bahwa upaya Eksekutif untuk menyembunyikan dan menghalangi penyelidikan yang efektif dapat berhasil secara politik, meskipun biaya institusionalnya tinggi.

Warisan Etika dan Politik

Warisan Iran-Contra adalah peringatan abadi tentang bahaya penyalahgunaan kekuasaan presiden yang tidak terkendali (unchecked abuse of presidential power). Skandal ini menekankan bahwa kerahasiaan operasional, meskipun diperlukan untuk intelijen, harus diseimbangkan dengan pengawasan demokratis yang ketat.

Meskipun banyak pelaku yang menerima pengampunan atau berhasil membatalkan vonis mereka, beberapa tokoh kunci, seperti Oliver North, berhasil membangun karier baru di media dan politik konservatif, menunjukkan kemampuan beberapa aktor skandal ini untuk memulihkan citra publik mereka.

Namun, biaya institusional skandal ini sangat besar. Hal ini secara permanen menantang hubungan antara cabang Eksekutif dan Legislatif, memaksa Kongres untuk secara eksplisit mendefinisikan dan memperjuangkan kekuasaan pengawasannya atas operasi rahasia dan kebijakan luar negeri. Iran-Contra tetap menjadi studi kasus yang menguji batas-batas kekuasaan presiden, efektivitas pengawasan kongres, dan prinsip akuntabilitas di tingkat pemerintahan tertinggi.

Lampiran: Ringkasan Hasil Hukum Tokoh Kunci Iran-Contra

Ringkasan Hasil Hukum Tokoh Kunci Iran-Contra

Tokoh Kunci Jabatan (Saat Skandal) Tuduhan Utama Hasil Hukum Awal Status Akhir Signifikansi/Peran
Oliver North Staf NSC Penghalangan Kongres, Penghancuran Dokumen Divonis 3 Kejahatan (1989) Vonis Dibatalkan (1991) karena kekebalan kongres. Menginisiasi dan mengelola pengalihan dana (diversion).
John Poindexter Penasihat Keamanan Nasional Konspirasi, Penghalangan Kongres, Kesaksian Palsu Divonis 5 Kejahatan (1990) Vonis Dibatalkan (1991) karena kekebalan kongres. Menyetujui diversion dan melindungi Reagan dari pengetahuan langsung.
Caspar Weinberger Menteri Pertahanan Kesaksian Palsu, Penghalangan Belum Diadili Menerima Pengampunan Pre-emptif oleh Bush (1992). Menahan informasi kunci; pengampunan menghentikan penyelidikan.
Robert McFarlane Penasihat Keamanan Nasional Menahan Informasi dari Kongres Mengaku Bersalah (Felony) Menerima Pengampunan oleh Bush (1992). Terlibat dalam pengiriman senjata awal ke Iran.
Elliott Abrams Asisten Menlu Misdemeanor (Dua Dakwaan) Mengaku Bersalah Menerima Pengampunan oleh Bush (1992). Keterlibatan dalam operasional dan cover-up yang lebih luas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

71 − = 68
Powered by MathCaptcha