Krisis kesehatan masyarakat yang melanda Kanada sejak pertengahan dekade 2010-an telah memaksa pemerintah federal dan provinsi untuk mengambil langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kebijakan obat-obatan modern. Di tengah lonjakan kematian akibat overdosis yang didorong oleh munculnya fentanil ilegal yang sangat beracun, British Columbia (BC) menjadi garda terdepan dalam sebuah eksperimen kebijakan yang dikenal sebagai “Safe Supply” atau Pemberian Narkoba Kelas Medis. Kebijakan ini secara fundamental mengubah peran negara dari penegak hukum menjadi penyedia zat opioid tingkat farmasi kepada individu yang menderita gangguan penggunaan zat (SUD) yang parah. Dengan menyediakan obat-obatan seperti hidromorfon secara gratis, negara berupaya memutus ketergantungan pecandu pada pasar gelap yang mematikan. Namun, di balik niat kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa, kebijakan ini telah memicu badai kontroversi politik, medis, dan etika yang mempertanyakan apakah intervensi ini justru memperparah epidemi yang ingin diatasinya.
Anatomi Krisis: Dari Resep Medis ke Fentanil Sintetis
Untuk memahami radikalisme kebijakan Safe Supply, diperlukan pemahaman mendalam tentang evolusi krisis opioid di Kanada. Krisis ini bermula pada awal 2010-an dengan lonjakan penyalahgunaan obat resep, namun dengan cepat berubah menjadi epidemi kematian akibat opioid sintetis ilegal. Pada tahun 2016, British Columbia menjadi provinsi pertama yang mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat setelah angka kematian akibat toksisitas obat melonjak drastis. Sejak saat itu, lebih dari 47.000 jiwa telah melayang di seluruh Kanada.
Data nasional menunjukkan bahwa krisis ini tidak hanya bertahan tetapi semakin memburuk selama pandemi COVID-19. Kematian harian akibat toksisitas opioid melonjak dua kali lipat dari 10 orang per hari pada 2019 menjadi 20 orang per hari pada 2022. Munculnya fentanil dan analognya dalam pasokan obat jalanan menjadi faktor tunggal terbesar dalam angka kematian ini, di mana sekitar 57% dari seluruh kematian akibat opioid melibatkan fentanil ilegal. Fentanil jalanan sering kali dicampur dengan zat berbahaya lain seperti benzodiazepin, menciptakan koktail kimia yang sangat sulit ditangani oleh tim medis darurat.
Tabel 1: Evolusi Kematian Akibat Toksisitas Opioid di Kanada (2016-2024)
| Periode | Total Kematian Nasional (Estimasi) | Rata-rata Kematian Per Hari | Faktor Dominan Pasokan |
| 2016 | 2.800+ | 8 | Opioid Resep & Fentanil Awal |
| 2019 | 3.600+ | 10 | Transisi ke Fentanil Ilegal |
| 2022 | 7.900+ | 20 | Fentanil Analog & Campuran Benzo |
| 2023 | 8.000+ | 22 | Toksisitas Sangat Tinggi |
| 2024 | 6.600+ | 17 | Penurunan Awal & Intervensi Nalokson |
Dalam konteks inilah konsep Safe Supply lahir. Para pendukung kebijakan ini berargumen bahwa larangan (prohibisi) telah gagal total dan justru menciptakan pasar gelap yang sangat beracun. Mereka mengusulkan agar negara mengambil alih peran sebagai supplier untuk memberikan zat dengan dosis dan kemurnian yang terukur, sehingga risiko kematian akibat ketidaktahuan dosis atau campuran beracun dapat diminimalisir.
Mekanisme Operasional Safe Supply di British Columbia
Pada Maret 2020, bersamaan dengan tekanan tambahan dari pandemi COVID-19, British Columbia secara resmi meluncurkan kebijakan Safe Supply skala besar pertama di dunia. Kebijakan ini memungkinkan individu dengan risiko tinggi overdosis untuk menerima resep opioid tingkat farmasi dari dokter atau praktisi perawat secara gratis. Fokus utamanya adalah hidromorfon, sebuah opioid kuat yang sering disebut “dillies” atau “D8s” di jalanan, yang diberikan dalam bentuk tablet oral.
Secara administratif, program ini difasilitasi melalui pengecualian terhadap Controlled Drugs and Substances Act (CDSA) yang dikeluarkan oleh pemerintah federal, yang memberikan fleksibilitas kepada tenaga medis untuk meresepkan zat-zat yang biasanya dikontrol ketat. Pada tahun 2021, kebijakan ini dipermanenkan dan diperluas untuk mencakup opsi yang lebih kuat, termasuk fentanil yang dapat disuntikkan, bagi pasien yang memiliki tingkat toleransi sangat tinggi yang tidak lagi dapat dipenuhi oleh hidromorfon standar.
Tabel 2: Jenis Zat dan Target Penggunaan dalam Program Safe Supply
| Nama Zat | Bentuk Sediaan | Tujuan Medis | Risiko Intervensi |
| Hidromorfon | Tablet Oral (2mg, 8mg) | Stabilisasi harian & pencegahan sakau | Diversi tinggi ke pasar gelap |
| Morfin Rilis Berkelanjutan | Tablet Oral | Manajemen ketergantungan jangka panjang | Kepatuhan minum obat |
| Fentanil Medis | Tablet/Cair | Pengganti fentanil jalanan bagi pengguna berat | Potensi overdosis jika tidak diawasi |
| Stimulan (Metamfetamin) | Berbagai | Alternatif untuk kecanduan stimulan | Uji coba terbatas |
Pemerintah BC menekankan bahwa Safe Supply bukanlah tujuan akhir, melainkan jembatan untuk menghubungkan pengguna dengan layanan kesehatan dan sosial lainnya, seperti perumahan stabil dan perawatan kecanduan jangka panjang. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa bagi banyak peserta, program ini menjadi sumber utama zat opioid mereka tanpa adanya kemajuan signifikan menuju pemulihan atau rehabilitasi.
Paradoks Hasil: Manfaat Individu vs. Beban Populasi
Analisis terhadap efektivitas Safe Supply menghasilkan gambaran yang kontradiktif. Di satu sisi, studi klinis menunjukkan manfaat nyata bagi individu yang terdaftar secara konsisten dalam program tersebut. Peserta program Safe Supply di London, Ontario, misalnya, melaporkan penurunan tajam dalam penggunaan layanan darurat. Data menunjukkan penurunan 32% dalam kunjungan ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan penurunan 54% dalam perawatan rawat inap setahun setelah bergabung dengan program.
Selain itu, biaya kesehatan non-primer per orang menurun secara signifikan dari rata-rata $15.635 per tahun menjadi $7.310. Penurunan ini sebagian besar didorong oleh berkurangnya infeksi serius akibat penggunaan jarum suntik kotor, seperti endokarditis dan abses tulang belakang, karena pasien beralih ke tablet oral atau menggunakan peralatan medis yang bersih di bawah pengawasan.
Namun, ketika data ini dilihat pada tingkat populasi provinsi, keberhasilan tersebut menjadi tidak jelas. Studi kohort di British Columbia menemukan bahwa meskipun ada lonjakan dalam jumlah resep Safe Supply, tidak ada penurunan yang signifikan secara statistik dalam angka kematian akibat toksisitas opioid di seluruh provinsi selama dua tahun pertama implementasi. Sebaliknya, tingkat rawat inap akibat keracunan opioid justru meningkat sebesar 3,2 per 100.000 penduduk setelah kebijakan tersebut diterapkan. Fenomena ini menunjukkan adanya efek limpahan (spillover effect) di mana pasokan medis masuk ke masyarakat umum dan meningkatkan risiko paparan bagi non-peserta.
Tabel 3: Perubahan Hasil Kesehatan Pasca Implementasi Safe Supply di BC
| Indikator Kesehatan | Tren Individu (Peserta) | Tren Populasi (Provinsi) | Implikasi Kebijakan |
| Kunjungan UGD | Menurun 32% | Tetap Tinggi/Meningkat | Manfaat terbatas pada peserta aktif |
| Kematian Overdosis | Jarang terjadi saat pengawasan | Tidak ada penurunan signifikan | Intervensi gagal membendung epidemi luas |
| Rawat Inap Infeksi | Menurun 51% | Bervariasi secara regional | Efektivitas dalam pencegahan penyakit menular |
| Rawat Inap Keracunan | Menurun pada peserta | Meningkat 3,2 per 100.000 | Indikasi kuat adanya diversi obat |
Ketidaksesuaian antara kesuksesan klinis individu dan kegagalan statistik populasi menciptakan dilema bagi pembuat kebijakan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun “menjaga orang tetap hidup” berhasil untuk segelintir peserta, mekanisme distribusi yang ada mungkin secara tidak sengaja memperluas basis populasi yang berisiko melalui pengalihan obat ke pasar gelap.
Skandal Diversi: Negara Sebagai “Bandar” yang Tidak Sengaja
Titik paling kontroversial dari kebijakan Safe Supply adalah pengalihan (diversi) obat-obatan farmasi ke pasar ilegal. Laporan internal dari unit investigasi Kementerian Kesehatan British Columbia yang bocor ke publik mengungkapkan skala diversi yang mengejutkan. Laporan tersebut menyatakan bahwa “sebagian besar” opioid yang diresepkan tidak dikonsumsi oleh pasien yang dimaksud, melainkan dijual atau ditukar di jalanan.
Antara tahun 2022 dan 2024, lebih dari 22 juta dosis opioid—terutama hidromorfon dan oksikodon—diresepkan kepada sekitar 5.000 klien di BC. Sebagian besar dari dosis ini berakhir di pasar gelap lokal, nasional, bahkan internasional. Fenomena ini telah menciptakan apa yang disebut para kritikus sebagai “subsidi pemerintah untuk pasar gelap.” Pecandu menerima hidromorfon gratis dari negara, kemudian menjualnya dengan harga murah untuk mendapatkan uang guna membeli fentanil jalanan yang lebih kuat.
Kesaksian dari Deputi Kepala Kepolisian Vancouver, Fiona Wilson, memperkuat temuan ini. Dalam sidang komite federal, ia mengungkapkan bahwa sekitar 50% dari pil opioid yang disita dalam operasi narkoba besar-besaran di Vancouver berasal dari program Safe Supply provinsi. Di kota-kota seperti Prince George dan Nanaimo, polisi menemukan ribuan tablet hidromorfon yang dialihkan bersama dengan tumpukan uang tunai dan senjata api ilegal, menunjukkan bahwa obat Safe Supply telah menjadi mata uang baru bagi kejahatan terorganisir.
Mekanisme Ekonomi Pasar Gelap Safe Supply
Diversi terjadi karena ketidakcocokan antara kekuatan opioid farmasi (seperti hidromorfon) dengan toleransi ekstrim pengguna fentanil kronis. Bagi banyak pecandu berat, hidromorfon $8\text{mg}$ tidak cukup kuat untuk mencegah gejala sakau yang menyiksa atau memberikan efek “high” yang mereka butuhkan. Akibatnya, mereka menggunakan hidromorfon tersebut sebagai komoditas perdagangan.
Harga hidromorfon di jalanan anjlok drastis karena banjir pasokan dari program Safe Supply. Dr. Sharon Koivu, seorang dokter kecanduan di Ontario, mencatat bahwa pil-pil ini sekarang tersedia dengan harga “rock-bottom” (sangat murah), yang membuatnya mudah diakses oleh remaja dan individu yang belum pernah menggunakan opioid (opioid-naive). Kondisi ini menciptakan pintu masuk baru ke dalam lingkaran kecanduan, di mana individu muda mulai bereksperimen dengan hidromorfon medis karena dianggap “aman” oleh pemerintah, sebelum akhirnya beralih ke zat yang lebih keras.
Korupsi Institusional dan Eksploitasi Pasien
Investigasi pemerintah juga mengungkap sisi gelap dari sisi penyedia layanan. Lebih dari 60 apotek di British Columbia saat ini berada di bawah penyelidikan karena dugaan keterlibatan dalam skema insentif ilegal terkait resep Safe Supply. Para penyelidik menuduh bahwa beberapa apotek menawarkan “kickback” atau uang suap harian kepada pasien yang rentan agar mereka terus menebus resep mereka di lokasi tersebut.
Motivasi di balik korupsi ini adalah finansial. Biaya dispending (pengeluaran obat) yang dibayarkan oleh pemerintah melalui program PharmaCare sangat menguntungkan. Untuk satu pasien yang memerlukan pengambilan obat harian, sebuah apotek dapat mengantongi hingga $11.000 per tahun hanya dari biaya administrasi. Skala ekonomi ini menyebabkan total pengeluaran biaya dispending di BC melonjak hingga mencapai sekitar $350 juta pada tahun 2024, hampir tiga kali lipat dari angka dua dekade sebelumnya.
Selain apotek, laporan tersebut juga mengidentifikasi peran staf perumahan komunitas dan asrama yang diduga memaksa atau menyuap penyewa untuk pergi ke apotek tertentu. Praktik ini menunjukkan adanya ekosistem parasit yang memangsa krisis kecanduan untuk keuntungan finansial institusional, di mana pasien yang paling marginal dieksploitasi sebagai “sumber pendapatan” bagi penyedia jasa nakal.
Perdebatan Medis: “Moral Panic” vs. Peringatan Klinis
Kritik terhadap Safe Supply sering kali dibalas dengan tuduhan bahwa penentangnya sedang menyebarkan “moral panic” yang tidak berdasar. Peneliti kesehatan publik seperti Gillian Kolla berargumen bahwa narasi tentang remaja yang kecanduan akibat Safe Supply dilebih-lebihkan. Ia merujuk pada data dari Ontario yang menunjukkan bahwa 95% remaja yang meninggal akibat overdosis disebabkan oleh fentanil jalanan, bukan hidromorfon medis. Bahkan, data menunjukkan bahwa deteksi hidromorfon dalam kasus kematian remaja justru menurun seiring dengan peningkatan skala program Safe Supply.
Namun, pandangan ini disanggah keras oleh para klinisi garis depan seperti Dr. Sharon Koivu. Ia memberikan kesaksian bahwa 100% dari rekan-rekannya di bidang kedokteran kecanduan telah mengamati fenomena diversi. Dr. Koivu menekankan bahwa statistik kematian mungkin menyesatkan karena hidromorfon sering kali menjadi “obat gerbang” (gateway drug) yang menyebabkan kecanduan awal, sementara kematian yang terjadi kemudian akibat fentanil adalah hasil akhir dari perjalanan kecanduan tersebut. Ia juga menyoroti peningkatan infeksi serius akibat penyuntikan hidromorfon tablet yang tidak dimaksudkan untuk disuntikkan, yang menyebabkan komplikasi medis yang mengerikan seperti abses tulang belakang dan endokarditis.
Tabel 4: Ringkasan Argumen dalam Debat Safe Supply
| Perspektif Pendukung (Harm Reduction) | Perspektif Penentang (Pro-Pemulihan) |
| Menyelamatkan nyawa dengan mencegah paparan fentanil jalanan. | Menciptakan kecanduan baru melalui pasokan obat murah di jalanan. |
| Mengurangi kejahatan terkait narkoba karena zat disediakan gratis. | Mensubsidi pasar gelap melalui diversi sistemik. |
| Membangun kepercayaan antara pasien dan sistem kesehatan. | Merusak motivasi untuk menjalani terapi agonis (OAT) atau rehabilitasi. |
| Biaya kesehatan menurun bagi individu peserta. | Biaya sistemik meningkat akibat korupsi apotek dan diversi. |
Ketegangan ini menunjukkan kegagalan konsensus dalam komunitas medis Kanada. Kebijakan yang awalnya dipandang sebagai solusi darurat kini dianggap oleh sebagian orang sebagai “pembiaran ketergantungan” yang mengorbankan integritas jangka panjang pasien demi kelangsungan hidup jangka pendek yang rapuh.
Implikasi Politik, Anggaran, dan Hubungan Internasional
Kebijakan Safe Supply telah menjadi bola panas politik di tingkat nasional. Pemerintah federal Kanada, yang awalnya sangat mendukung, mulai menunjukkan tanda-tanda penarikan diri. Pada Maret 2025, Health Canada mengakhiri pendanaan untuk 31 proyek percontohan Safe Supply di seluruh negeri setelah munculnya tekanan politik yang kuat terkait diversi dan kegagalan dalam mencapai target penurunan kematian.
Di British Columbia, pemerintah provinsi terpaksa melangkah masuk untuk mendanai lima program yang tersisa dengan biaya sendiri setidaknya hingga Maret 2026. Hal ini menciptakan beban anggaran yang signifikan. Meskipun anggaran tahun 2025 mengalokasikan $500 juta tambahan untuk pengobatan kecanduan, sebagian besar dana tersebut difokuskan pada perluasan tempat tidur rehabilitasi (3.600 tempat tidur saat ini), yang mencerminkan pergeseran prioritas dari sekadar penyediaan zat ke arah pemulihan fungsional.
Masalah ini juga merembet ke hubungan internasional. Pemerintah Amerika Serikat telah menyatakan kekhawatiran bahwa kebijakan Safe Supply Kanada berkontribusi pada aliran opioid ilegal melintasi perbatasan utara mereka. Kritik ini muncul di tengah ancaman tarif dan ketegangan perdagangan, di mana keamanan perbatasan dan kontrol narkoba menjadi isu krusial dalam negosiasi bilateral. British Columbia secara khusus diidentifikasi oleh beberapa politisi AS sebagai sumber perdagangan opioid farmasi ilegal, yang menempatkan provinsi tersebut di bawah pengawasan internasional yang intens.
Reformasi 2025: Transisi ke Model “Witnessed Dosing”
Menyadari bahwa model distribusi “take-home” (dibawa pulang) telah gagal membendung diversi, pemerintah British Columbia melakukan perombakan besar-besaran pada awal tahun 2025. Perubahan paling signifikan adalah kewajiban pengawasan dosis (witnessed dosing).
Berdasarkan aturan baru, sebagian besar pasien yang menerima opioid Safe Supply—terutama hidromorfon dan patch fentanil—kini diwajibkan untuk mengonsumsi obat mereka di bawah pengawasan langsung apoteker atau profesional kesehatan. Langkah ini dirancang untuk memastikan bahwa obat dikonsumsi oleh orang yang berhak dan tidak dijual di jalanan.
Detail Transisi dan Dampaknya
Implementasi model pengawasan ini menemui berbagai tantangan logistik dan reaksi beragam:
- Penurunan Peserta: Sejak pengetatan aturan dimulai, jumlah peserta aktif dalam program Safe Supply di BC menurun dari puncaknya sebanyak 5.000 orang menjadi sekitar 3.000 orang pada Oktober 2025. Banyak pengguna merasa kewajiban kunjungan apotek harian terlalu membebani, terutama bagi mereka yang memiliki pekerjaan atau tanggung jawab keluarga.
- Kesenjangan Layanan: Aktivis harm reduction memperingatkan bahwa tanpa model “take-home”, pengguna yang paling tidak stabil—terutama mereka yang tinggal di pemukiman kumuh seperti Downtown Eastside Vancouver—akan jatuh kembali ke fentanil jalanan yang mematikan karena mereka tidak mampu mengikuti jadwal medis yang ketat.
- Fokus pada Rehabilitasi: Seiring dengan pengetatan Safe Supply, pemerintah BC meningkatkan investasi pada model klinik multidisiplin yang menawarkan layanan komprehensif, mulai dari perawatan primer hingga dukungan perumahan dan sosial.
Perubahan ini menandai akhir dari era eksperimen “pasokan bebas” dan kembalinya model medis yang lebih terkontrol, meskipun dampaknya terhadap angka kematian overdosis secara keseluruhan masih harus dipantau dalam tahun-tahun mendatang.
Analisis Masa Depan: Pemodelan dan Proyeksi
Model simulasi yang diterbitkan oleh Public Health Agency of Canada (PHAC) memberikan gambaran yang suram untuk masa depan jangka pendek. Proyeksi hingga Juni 2025 menunjukkan bahwa angka kematian akibat toksisitas opioid mungkin akan tetap tinggi atau hanya menurun sedikit, namun tetap jauh di atas level pra-pandemi.
Beberapa skenario yang dipertimbangkan dalam model tersebut meliputi:
- Skenario Pesimis: Jika pasokan fentanil ilegal semakin kuat dan intervensi kesehatan tidak meningkat secara signifikan, kematian diprediksi akan tetap pada tingkat rekor tertinggi.
- Skenario Optimis: Penurunan kematian yang signifikan (seperti penurunan 17% yang tercatat pada 2024) hanya dapat dipertahankan jika ada kombinasi antara perubahan pasokan ilegal (penurunan potensi fentanil) dan peningkatan masif dalam ketersediaan nalokson serta akses ke pengobatan pemulihan yang efektif.
Menariknya, data tahun 2024 menunjukkan bahwa faktor paling mungkin di balik penurunan kematian bukanlah Safe Supply atau situs konsumsi terawasi (SCS), melainkan perubahan spontan dalam komposisi pasokan obat ilegal dan distribusi massal kit nalokson ke masyarakat. Ini memperkuat argumen bahwa Safe Supply mungkin hanya memiliki dampak marginal dalam gambaran besar epidemi nasional.
Kegagalan Model Non-Medis: Kasus DULF dan Compassion Clubs
Di tengah ketatnya regulasi pemerintah, muncul upaya dari kelompok masyarakat sipil untuk menyediakan alternatif yang bahkan lebih radikal, yaitu model “Compassion Club.” Salah satu yang paling menonjol adalah Drug User Liberation Front (DULF) di Vancouver. DULF membeli narkoba dari pasar gelap (dark web), mengujinya di laboratorium untuk memastikan kemurnian dan tidak adanya campuran beracun, kemudian mendistribusikannya kepada anggota klub dengan harga modal.
Meskipun model ini dipuji oleh beberapa pakar karena dianggap lebih “jujur” dalam memenuhi kebutuhan pecandu daripada hidromorfon medis, pemerintah federal dan aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas. Pendiri DULF ditangkap dan dinyatakan bersalah atas dakwaan perdagangan narkoba. Pemerintah menolak memberikan pengecualian hukum bagi model ini dengan alasan risiko keamanan publik yang terkait dengan pembelian obat dari sumber ilegal di dark web. Kasus ini menegaskan bahwa eksperimen Kanada tetap berada dalam koridor medis yang ketat, dan upaya untuk melampaui batasan tersebut akan menghadapi konsekuensi hukum yang berat.
Sintesis dan Kesimpulan Strategis
Eksperimen Safe Supply di British Columbia dan Kanada secara luas merupakan upaya berani namun cacat dalam menanggapi krisis kemanusiaan yang luar biasa. Berpijak pada data dan analisis yang tersedia, beberapa kesimpulan strategis dapat ditarik:
- Kegagalan Sistemik dalam Kontrol Distribusi: Model awal Safe Supply yang mengandalkan kepercayaan dan dosis “take-home” terbukti tidak kompatibel dengan realitas ekonomi kecanduan dan toleransi opioid di jalanan. Hal ini mengakibatkan diversi massal yang mensubsidi pasar gelap dan menciptakan risiko baru bagi populasi muda.
- Manfaat Klinis yang Terisolasi: Safe Supply menunjukkan hasil positif bagi individu yang stabil dan terikat pada sistem kesehatan, namun intervensi ini tidak mampu membendung arus kematian di tingkat populasi karena skalanya yang terbatas dan efek samping diversi yang merusak.
- Parasitisme Institusional: Kurangnya pengawasan terhadap apotek dan penyedia layanan menciptakan peluang korupsi yang masif, di mana dana publik yang seharusnya digunakan untuk pemulihan justru dialihkan untuk memperkaya aktor-aktor jahat melalui biaya dispending yang berlebihan.
- Perubahan Paradigma Menuju Pemulihan: Transisi menuju “witnessed dosing” dan peningkatan anggaran untuk tempat tidur pengobatan pada 2025 menandai pengakuan pemerintah bahwa pendekatan harm reduction saja tidak cukup. Dibutuhkan keseimbangan antara menjaga orang tetap hidup hari ini (harm reduction) dan memberikan mereka jalan keluar dari kecanduan esok hari (pemulihan).
Kisah “Negara Menjadi Supplier” di Kanada berfungsi sebagai peringatan bagi yurisdiksi lain di seluruh dunia. Meskipun niat untuk mencegah kematian adalah tujuan yang mulia, menyediakan zat adiktif tanpa kontrol yang sangat ketat dan tanpa integrasi yang kuat dengan sistem pemulihan fungsional adalah eksperimen yang berbahaya. Kanada kini tengah berupaya memperbaiki arah kebijakannya, beralih dari sekadar membagikan obat menuju model perawatan yang lebih bertanggung jawab dan berpusat pada pemulihan manusia secara utuh. Keberhasilan atau kegagalan reformasi tahun 2025 ini akan menentukan masa depan kebijakan obat-obatan global di abad ke-21.
