Labuhanbatu – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Presidium MW KAHMI Sumatera Utara periode 2026–2031, Ade Parlaungan Nasution, Ph.D., menyampaikan pesan reflektif tentang makna kurban sebagai wujud ketaatan sekaligus kepedulian sosial bagi umat Islam.

Dalam ucapan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang disampaikan melalui media publikasi, Ade Parlaungan Nasution menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan semata, tetapi juga bentuk ketauhidan yang diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Kurban bukanlah sekadar ritual menyembelih hewan. Ia adalah wujud puncak ketaatan dan ketauhidan, di mana kita menyerahkan segala ego demi kedekatan pada Allah SWT,” ungkap Ade Parlaungan Nasution.

Ia menambahkan, nilai tauhid sejati tidak berhenti pada ibadah individual, tetapi harus diwujudkan dalam semangat kepedulian terhadap sesama, memerangi kemiskinan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan wathaniyah di tengah masyarakat.

Menurutnya, semangat berkurban harus menjadi energi kolektif untuk membangun solidaritas sosial dan mempererat persaudaraan di Sumatera Utara.

“Mari jadikan kurban kita sebagai perekat persaudaraan dan motor penggerak keadilan sosial bagi seluruh rakyat Sumatera Utara,” lanjutnya.

Momentum Idul Adha 1447 H tahun ini sendiri ditetapkan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 berdasarkan hasil sidang isbat pemerintah bersama berbagai organisasi Islam di Indonesia.

Ucapan dan pesan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai menghadirkan nilai spiritual sekaligus pesan sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. (Admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

24 − 22 =
Powered by MathCaptcha