Labuhanbatu — Pasca dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KAHMI Sumatera Utara, Ade Parlaungan Nasution menyampaikan sikap resmi sekaligus komitmennya dalam menjaga stabilitas, persatuan, dan marwah organisasi KAHMI Sumut periode 2026–2031.

Dalam penyampaian resminya, Ade Parlaungan Nasution mengucapkan rasa hormat dan terima kasih kepada pimpinan sidang, presidium terpilih, panitia Muswil VII, serta seluruh kader dan senior KAHMI yang telah memberikan amanah serta kepercayaan dalam proses demokrasi organisasi.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Sugiat Santoso yang telah mengikuti proses pemilihan hingga selesai sebagai bagian dari dinamika demokrasi di tubuh organisasi.

Menurutnya, keputusan pengunduran diri merupakan hak pribadi yang harus dihormati dengan tetap menjaga etika, persaudaraan, dan kedewasaan berorganisasi.

“Bagi kami, KAHMI bukan sekadar forum alumni, tetapi wadah pengabdian yang harus dijaga bersama dengan semangat ukhuwah, kebersamaan, dan tanggung jawab moral kepada masyarakat,” ujar Ade Parlaungan Nasution dalam keterangannya.

Sebagai peraih suara terbanyak berikutnya dalam mekanisme Muswil, Ade menyatakan menerima amanah sebagai salah satu Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Utara dengan penuh tanggung jawab dan komitmen untuk melanjutkan agenda organisasi secara terbuka dan profesional.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan KAHMI Sumut ke depan akan berfokus pada tiga poin utama, yakni menjaga kesinambungan organisasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta membangun sistem organisasi yang transparan dan akuntabel.

“Kepemimpinan bukan tentang kemenangan pribadi, melainkan amanah kolektif untuk menjaga marwah organisasi dan memperkuat kontribusi KAHMI bagi Sumatera Utara,” tegasnya.

Ade juga memastikan berbagai program strategis hasil Muswil VII, mulai dari penguatan kaderisasi, pengabdian masyarakat, penelitian, hingga pembangunan komunikasi internal organisasi akan tetap berjalan secara berkesinambungan.

Selain itu, KAHMI Sumut di bawah kepemimpinan baru disebut akan membuka ruang dialog yang sehat dengan seluruh elemen masyarakat, akademisi, media, tokoh agama, dan pemerintah daerah demi mendorong pembangunan Sumatera Utara yang lebih maju, berintegritas, dan berkelanjutan.

“Kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran organisasi. Karena itu, kami membuka diri terhadap masukan dan pengawasan demi terciptanya tata kelola organisasi yang sehat,” lanjutnya

Dalam kesempatan tersebut, Ade Parlaungan Nasution juga mengajak seluruh kader KAHMI untuk tetap menjaga persatuan dan mengedepankan semangat kekeluargaan pasca Muswil VII.

Ia berharap seluruh dinamika yang terjadi dapat menjadi proses pendewasaan organisasi agar KAHMI Sumut semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Menutup pernyataannya, Ade mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga nama baik organisasi dengan mengedepankan fakta, etika komunikasi, serta semangat persaudaraan.

“Tidak ada organisasi yang besar tanpa kebersamaan. Mari kita jaga KAHMI Sumatera Utara dengan kejujuran, ketulusan, dan semangat pengabdian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

43 − 36 =
Powered by MathCaptcha